Ilustrasi - Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia setiap 15 Oktober, ini sejarahnya (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 15 Oktober, masyarakat global memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day).
Peringatan ini diselenggarakan sebagai kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan melalui kebiasaan sederhana, yakni mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.
Momen tahunan ini menggarisbawahi fakta bahwa tindakan yang tampak sepele tersebut merupakan salah satu cara paling efektif, murah, dan mudah untuk mencegah persebaran berbagai penyakit menular serta menyelamatkan jutaan nyawa.
Sejarah peringatan ini bermula pada tahun 2008 ketika aliansi Global Handwashing Partnership menggagas ide kampanye kebersihan tangan secara internasional.
Inisiatif tersebut kemudian diperkenalkan secara resmi dalam ajang World Water Week di Stockholm, Swedia, sebelum akhirnya disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada perayaan pertamanya di tahun 2008, aksi mencuci tangan bersama berhasil melibatkan lebih dari 120 juta anak di 70 negara, menjadikannya salah satu gerakan edukasi kesehatan anak terbesar di dunia.
Sejak saat itu, setiap tanggal 15 Oktober dimanfaatkan oleh para pakar kesehatan, pendidik, dan pemerintah di berbagai negara untuk mengampanyekan gaya hidup bersih.
Alasan utama pengagungan kebiasaan ini terletak pada efektivitas sabun dibanding penggunaan air semata.
Dikutip dari berbagai sumber, membilas tangan hanya dengan air tidak mampu menghilangkan mikroorganisme patogen yang melekat pada lapisan minyak kulit.
Sabun bekerja secara kimiawi untuk memecah molekul lemak tempat kuman, virus, dan bakteri bersembunyi. Langkah sederhana ini terbukti secara ilmiah mampu menekan angka kejadian diare hingga lebih dari 40 persen dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akut secara signifikan.
Aksi mencuci tangan dengan sabun menjadi sangat krusial di beberapa momen utama, seperti sebelum makan atau mengolah makanan, setelah menggunakan toilet, setelah merawat anak atau mengganti popok, serta setelah menyentuh permukaan benda di ruang publik.
Para ahli medis menekankan bahwa durasi mencuci tangan yang ideal adalah sekitar 20 hingga 30 detik dengan memastikan seluruh area mulai dari sela-sela jari, punggung tangan, hingga bagian bawah kuku terjangkau oleh busa sabun sebelum dibilas hingga bersih.
Melalui peringatan ini, masyarakat dunia terus diingatkan bahwa kesehatan global dapat dimulai dari tindakan kecil di ujung jari setiap individu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 15 Oktober Peringatan Internasional






















