Kamis, 15/10/2026 13:48 WIB

Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Bakal Anjlok





Perang Iran akan berakhir sangat segera ... Segera, karena mereka ingin perang ini berakhir,

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi perang dengan Iran akan berakhir “sangat segera” dan harga minyak dunia bakal turun tajam setelah konflik berakhir.

Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya Washington mencari jalan untuk mengakhiri perang dan ketidakpastian mengenai siapa yang mewakili Teheran dalam perundingan.

Berbicara kepada wartawan di Montana pada Rabu (14/10) malam, Trump mengatakan Iran ingin konflik tersebut segera berakhir. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

“Perang Iran akan berakhir sangat segera ... Segera, karena mereka ingin perang ini berakhir,” kata Trump.

Ia kemudian mengaitkan berakhirnya konflik dengan prospek penurunan harga minyak. “Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan harga minyak akan turun seperti batu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan prediksi Trump. Ia tidak menyebutkan tanggal pasti berakhirnya perang maupun besaran penurunan harga minyak yang diperkirakan terjadi.

Dalam pidatonya di Montana, Trump juga mengungkapkan ketidakpastian mengenai pihak Iran yang sedang dihadapi Washington dalam upaya perundingan.

Ia mengatakan kepemimpinan Iran telah kehilangan banyak tokoh dan mengklaim kemampuan militernya melemah akibat operasi militer Amerika Serikat.

“Saya mungkin seharusnya membiarkan para pemimpin mereka tetap ada, karena saya tidak tahu dengan siapa sebenarnya kami sedang berunding,” kata Trump.

Trump juga mengklaim operasi militer Amerika Serikat telah melumpuhkan kekuatan militer Iran, termasuk angkatan laut dan angkatan udaranya. Ia menyebut Iran sebelumnya merupakan kekuatan dominan di Timur Tengah, tetapi kini tidak lagi sekuat dahulu.

“Iran adalah pengganggu di Timur Tengah,” kata Trump, seraya menilai kemampuan militer negara tersebut telah melemah secara signifikan.

Trump mengklaim Iran sebelumnya memiliki 159 kapal dan tidak ada satu pun yang masih beroperasi. Ia juga menyatakan pesawat-pesawat tempur Iran telah dihancurkan ketika berada di landasan pacu.

Namun, angka dan kondisi alutsista tersebut merupakan klaim Trump dalam pidatonya. Pernyataan itu tidak disertai verifikasi independen mengenai jumlah kapal dan pesawat yang benar-benar hancur atau tidak dapat digunakan.

Sementara itu, prediksi Trump mengenai penurunan harga minyak muncul ketika konflik Iran masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar energi global. Berakhirnya perang berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak, tetapi besarnya penurunan harga akan bergantung pada perkembangan konflik dan kondisi pasokan.

Reuters melaporkan pada 15 Oktober bahwa harga minyak mentah Brent berada di level 104,42 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 94,11 dolar AS per barel. Pasar masih mempertimbangkan risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Presiden AS Donald Trump Perang Iran AS-Iran Harga Minyak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :