Sekjen PBB, Antonio Guterres
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan kelompok Houthi yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Serangan mematikan pada Sabtu (10/10) itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan warga sipil, dengan sejumlah korban berada dalam kondisi kritis.
Guterres mengaku sangat terkejut atas serangan yang menyasar fasilitas penerbangan utama di ibu kota Arab Saudi tersebut. Melalui platform media sosial X pada Sabtu malam, ia mendesak agar serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil segera dihentikan.
“Saya sangat terkejut dan mengecam keras serangan mematikan oleh Houthi pada Sabtu terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai ratusan warga sipil,” tulis Guterres.
Ia menegaskan, serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran hukum internasional. Karena itu, Guterres menyerukan penghentian segera terhadap serangan semacam itu.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan bahwa korban tewas dalam serangan tersebut berasal dari berbagai negara. Empat korban merupakan warga Arab Saudi, sedangkan dua lainnya berkewarganegaraan Bangladesh.
Lima korban lainnya masing-masing berasal dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Berdasarkan rincian tersebut, terdapat enam korban dari negara-negara itu di luar Arab Saudi dan Bangladesh, sehingga totalnya mencapai 12 orang.
Sementara itu, ratusan korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Banyaknya korban dan beragamnya kewarganegaraan mereka memperlihatkan dampak luas serangan terhadap masyarakat sipil yang berada di fasilitas transportasi internasional.
Serangan tersebut turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sebelumnya mengumumkan penghentian sementara operasional bandara untuk menilai kerusakan sekaligus memastikan keamanan fasilitas.
Penumpang diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini diperlukan karena penghentian operasional berdampak pada jadwal penerbangan.
Kuwait Airways juga membatalkan penerbangan menuju Riyadh dan penerbangan kembali pada Sabtu, dengan alasan penutupan bandara.
Belum ada rincian lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai besarnya kerusakan fasilitas akibat serangan tersebut maupun waktu pemulihan penuh operasional bandara.
Serangan terhadap bandara Riyadh berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan setelah kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Rentetan serangan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan keamanan infrastruktur penting di kawasan tersebut. Gangguan terhadap bandara juga berpotensi meluas ke sektor transportasi udara dan perjalanan internasional. (*)
Sumber: Anadolu
Minggu, 11/10/2026 18:50 WIB
Minggu, 11/10/2026 18:36 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB