https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Apa Itu Lahan Gambut? Kenapa Sulit Dipadamkan?

Mutiul Alim | Minggu, 11/10/2026 19:01 WIB



Lahan gambut memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan iklim bumi sebagai penyimpan cadangan karbon alami dalam jumlah raksasa. Kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Barat (Foto: Dok. Pemkab Kobar)

Jakarta, Jurnas.com - Lahan gambut memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan iklim bumi sebagai penyimpan cadangan karbon alami dalam jumlah raksasa.

Kendati demikian, ekosistem basah ini dapat berubah menjadi ancaman bencana kebakaran yang sangat berbahaya ketika memasuki musim kemarau dan mengalami kekeringan ekstrem.

Gambut pada dasarnya terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan yang membusuk tidak sempurna selama ribuan tahun. Material gambut sebagian besar terdiri atas bahan organik pekat yang bersifat seperti spons raksasa penyerap air ketika basah, namun menjadi bahan bakar yang sangat mudah menyala ketika kering.

Baca juga :
RI Kerahkan 60.000 Personel Atasi Karhutla, Malaysia Tawarkan Bantuan

Karena itu, kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik unik yang sangat berbeda dari kebakaran hutan tanah mineral biasa, yakni fenomena api bawah tanah (ground fire).

Api pada lahan gambut sering kali tidak menampakkan lidah api berkobar di permukaan tanah, melainkan membakar lapisan dalam (smoldering) hingga kedalaman beberapa meter di bawah permukaan tanah.

Baca juga :
Terdampak Karhutla Indonesia, Malaysia Tutup Sekolah Akibat Kabut Asap

Proses pembakaran tanpa oksigen terbuka ini menghasilkan asap pekat berwarna putih kekuningan yang sarat akan gas karbon monoksida dan partikel berbahaya PM2.5.

Kondisi tersebut membuat metode pemadaman dari udara menggunakan bom air (water bombing) sering kali kurang efektif karena air hanya membasahi lapisan luar tanpa memadamkan bara di bagian dalam.

Baca juga :
Hotspot Karhutla Turun, Sumsel dan Kalteng Masih Jadi Perhatian

Untuk memadamkan satu titik bara gambut sedalam dua meter, petugas membutuhkan debit air ribuan liter yang disuntikkan langsung menggunakan pipa bertekanan tinggi ke dalam pori-pori tanah.

Haris menegaskan bahwa kunci utama penanganan kebakaran gambut bukanlah pemadaman saat api sudah berkobar, melainkan menjaga tinggi muka air tanah agar lahan tetap basah melalui pembangunan sekat kanal (canal blocking).

Tanpa pembasahan (rewetting) ekosistem yang konsisten, lahan gambut yang terdegradasi akan terus menyimpan potensi kebakaran berulang setiap kali musim kemarau panjang tiba.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Lahan Gambut Karhutla Kalimantan Kebakaran Hutan

Terkini | Minggu, 11/10/2026 20:13 WIB

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777