Yogurt baik untuk kesehatan usus (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Tuntutan tenggat waktu pekerjaan kantor atau persiapan ujian sering kali memaksa sebagian orang untuk mengorbankan waktu istirahat malam demi begadang.
Saat terjaga hingga larut malam, tubuh secara alami memproduksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar mendadak dan dorongan untuk mengunyah camilan (late-night cravings).
Jika menghadapi situasi ini, pemilihan asupan tengah malam harus berfokus pada nutrisi yang mudah dicerna dan tidak memicu lonjakan gula darah drastis.
Hindari makanan berlemak tinggi seperti mi instan atau gorengan, karena makanan tersebut memperlambat pengosongan lambung dan justru membuat tubuh semakin lemas serta begah.
Ini merupakan camilan praktis yang kaya akan kalium serta vitamin B6 yang membantu mempertahankan suplai energi sekaligus memberikan efek rileks pada otot.
Almond adalah sumber protein nabati dan lemak sehat yang memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membebani kerja saluran pencernaan di malam hari.
Telur rebus tepat menjadi pilihan karena memiliki asupan protein hewani lengkap yang lambat dicerna tubuh, sehingga efektif menjaga kestabilan energi dan konsentrasi kerja otak.
Karbohidrat kompleks kaya serat larut ini membantu menjaga stabilitas gula darah serta memberikan rasa hangat di lambung.
Ini adalah sajian kaya protein dan kalsium yang dilengkapi bakateri probiotik baik untuk menjaga kesehatan pencernaan selama terjaga.
Selain nikmat, camilan rebus rendah kalori ini sarat akan serat dan antioksidan, sangat cocok dinikmati untuk menemani aktivitas lembur.
Buah dan air mineral memasok cairan tubuh secara optimal sekaligus menangkal stres oksidatif akibat tubuh kurang tidur.
Kendati asupan bergizi dapat menopang stamina darurat, perlu diingat bahwa makanan sehat bukan pengganti tidur alami, dan pekerja diimbau untuk segera melunasi waktu istirahat begitu tugas selesai.
Minggu, 11/10/2026 18:50 WIB
Minggu, 11/10/2026 18:36 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB