Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Antara)
Jakarta, Jurnas.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengungkapkan langkah transformasi fundamental dalam pengelolaan BUMN. Pemetaan komprehensif Danantara mencatat ada 1.074 perusahaan di bawah naungan BUMN yang menghadapi masalah serius, seperti tumpang tindih unit usaha, kerugian operasional, hingga inefisiensi.
Lewat pemetaan industri, analisis model bisnis, dan perbandingan dengan global benchmark, ribuan BUMN tersebut dikelompokkan ke dalam empat skema penyehatan utama:
Melalui perampingan ini, total 1.074 perusahaan ditargetkan menyusut menjadi sekitar 200 perusahaan yang lebih kuat pada akhir tahun ini.
Pembenahan Tata Kelola dan Investasi
Transformasi ini juga menargetkan pembenahan governance akibat maraknya rekayasa keuangan (financial engineering), pembukuan tidak akurat, hingga penurunan nilai aset (impairment) yang menembus Rp100 triliun. Dony menyoroti masalah penyerapan investasi berlebih (overinvestment) tanpa perhitungan imbal hasil (return on investment), seperti proyek mangkrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berbeban utang Rp26 triliun, serta utilitas pabrik PT Kimia Farma Tbk yang hanya beroperasi 40 persen.
Untuk mencegah masalah serupa, Danantara membentuk Komite Investasi. Setiap rencana investasi BUMN kini wajib melalui persetujuan komite guna memastikan kesesuaian dengan rencana kerja perusahaan.
Perubahan Model Bisnis dan Target Laba
Perubahan model bisnis telah diterapkan pada PT Pupuk Indonesia (Persero). Beralih dari skema cost-plus ke mark to market, Pupuk Indonesia berhasil menekan harga pupuk, meningkatkan laba hampir 300 persen, serta mendanai revitalisasi delapan pabrik baru. Efisiensi ini bertahap diterapkan pula pada PT PLN (Persero), industri semen, Pertamina, hingga PT Danareksa (Persero).
Transformasi skala besar ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja keuangan BUMN secara signifikan. Pada tahun 2026, Danantara menargetkan perolehan keuntungan BUMN paling tidak mencapai Rp360 triliun untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional (engine of growth).
Kamis, 08/10/2026 16:38 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB
Kamis, 08/10/2026 14:51 WIB