Sidang Majelis Umum PBB (Foto: Aljazeera)
New York, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat kembali memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan dan aktivitas belanja delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengonfirmasi pada Kamis (17/9) bahwa akses delegasi Iran ke pusat grosir dan toko barang mewah akan dibatasi secara resmi, selama keberadaan mereka di AS.
"Ketika rakyat biasa di Iran menderita akibat penindasan, krisis air dan listrik, serta lonjakan inflasi, para pejabat rezim justru ingin melakukan perjalanan belanja di New York," ujar Tommy Pigott melalui unggahannya di platform X, sebagaimana dikutip dari Aljazeera pada Jumat (18/9).
Dia menambahkan bahwa elite pemerintah Iran tidak akan diizinkan memanfaatkan momen Sidang Majelis Umum PBB untuk membeli barang-barang mewah menggunakan dana dari penderitaan rakyat, di saat rezim terus mengalirkan kekayaan negara untuk menyokong kelompok-kelompok proxy mereka.
Laporan dari kantor berita Associated Press menguraikan salah satu poin usulan aturan baru yang mewajibkan delegasi Iran mendapatkan izin khusus dari Kementerian Luar Negeri AS, jika ingin berbelanja di pusat grosir besar berbasis keanggotaan.
Pusat grosir tersebut selama ini menjadi destinasi favorit para diplomat Iran yang bertugas maupun berkunjung ke New York. Fasilitas ini memungkinkan mereka membeli produk-produk yang tidak tersedia di Iran akibat isolasi ekonomi, lalu mengirimkannya kembali ke negara asal.
Langkah pembatasan serupa pernah diberlakukan oleh pemerintah AS pada tahun-tahun sebelumnya. Empat tahun lalu, delegasi yang mendampingi mantan Presiden Ebrahim Raisi juga sempat menuai kritik publik.
Kala itu, tim kepresidenan Iran dilaporkan membawa pulang satu truk berisi suvenir, popok bayi, suplemen makanan, hingga peralatan dapur dari New York menuju Teheran.
Minggu, 13/09/2026 11:35 WIB