Ilustrasi - sholat Tahajud (Foto: Kompasiana)
Jakarta, Jurnas.com - Sholat Tahajud menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Selain melaksanakan sholat, waktu malam juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT.
Tidak ada bacaan tertentu yang dijamin membuat doa seseorang langsung dikabulkan. Namun, terdapat doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika beliau bangun untuk melaksanakan sholat malam.
Doa tersebut berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan ampun.
Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan setelah sholat Tahajud:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.
اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.
Artinya:
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkau penegak langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji. Milik-Mu kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji. Engkau adalah Yang Mahabenar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga benar, neraka benar, para nabi benar, Muhammad benar, dan hari Kiamat benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku menghadapi lawan, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kunyatakan. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Engkaulah Yang Maha Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa tersebut diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dan tercantum dalam Shahih Bukhari 1120 serta riwayat lain dengan lafaz serupa.
Setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim dapat menyampaikan permohonan kepada Allah SWT dengan bahasa yang dipahami.
Seseorang dapat memohon ampunan, kesehatan, rezeki, kemudahan urusan, perlindungan, maupun kebaikan dunia dan akhirat.
Salah satu waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa adalah sepertiga malam terakhir.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pada waktu tersebut terdapat seruan agar hamba berdoa, meminta, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Selain itu, terdapat hadis Shahih Bukhari yang menyebutkan seseorang yang terbangun pada malam hari kemudian membaca dzikir tertentu, lalu mengucapkan “Allahummaghfir li” atau berdoa, akan mendapatkan respons atas doanya.
Jika kemudian ia berwudhu dan sholat, sholatnya diterima.
Karena itu, setelah Tahajud seseorang dapat memperbanyak istighfar dan berdoa dengan penuh pengharapan.
Namun, terkabulnya doa tetap merupakan kehendak Allah SWT. Seorang Muslim dianjurkan terus berdoa dan tidak berputus asa ketika keinginannya belum terwujud.
Dengan demikian, waktu setelah sholat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, istighfar, dan doa.
Yang terpenting bukan sekadar mencari doa agar keinginan cepat terkabul, tetapi juga memohon kebaikan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Minggu, 13/09/2026 11:35 WIB