https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengamat RSI: Final Piala Dunia 2026 Pembuktian Spanyol Patahkan Mitos

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 17/07/2026 18:45 WIB



Menilik sejarah Piala Dunia dari tahun 1930 hingga 2022, juara Piala Dunia berasal dari benua dimana acara tersebut berlangsung. Pengamat Olahraga yang juga founder Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Perhelatan Piala Dunia 2026 baru saja menyelesaikan babak semifinal yang hasilnya Spanyol mengalahkan Prancis dan Argentina mengalahkan Inggris.

Hasil semifinal tersebut menempatkan Spanyol dan Argentina akan berebut Juara  pada babak Final Piala Dunia 2026, 20 Juli nanti. Sedangkan Inggris dan Prancis akan berebut juara ke tiga.

Pengamat Olahraga dan juga pendiri Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI) Frans Immanuel Saragih menyampaikan bahwa hasil semifinal kemaren merupakan bentuk kekuatan tim dunia yang ada saat ini. Dimana ke empat semi finalis merupakan urutan 1sampai dengan 4 dalam rangking FIFA.

Baca juga :
Bagaimana jika Ayah Kandung Enggan Menjadi Wali Nikah?

“Hanya saja bagi para pecinta sepakbola apa yang terjadi dalam Piala Dunia ini banyak intrik yang melukai semangat olahraga,” ujar Frans, Jumat (17/7/2026).

Menurut Frans, final nanti merupakan pertarungan penuh gengsi, dua kekuatan utama dari masing masing benua, Spanyol mewakili benua Eropa dan Argentina mewakili benua Amerika.

Baca juga :
Mitos Bulan Safar, Benarkah Bulan Ini Membawa Sial?

Kalau menilik sejarah Piala Dunia dari tahun 1930 hingga 2022, juara Piala Dunia berasal dari benua dimana acara tersebut berlangsung. Hanya ada satu kali kejadian bersejarah pada tahun 1958 saat Swedia menjadi tuan rumah yang juara adalah Brazil. Selebihnya apabila Piala Dunia diadakan di Eropa maka juaranya Eropa dan apabila diadakan di benua Amerika maka juaranya dari benua Amerika juga.

“Memang Asia pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi kekuatan sepakbola Asia masih di bawah dari Eropa dan Amerika khususnya Amerika Latin, maka belum pernah terjadi Asia menjadi juara Piala Dunia,” jelas Frans.

Baca juga :
Timbangan Amal Auto Penuh, Ini 7 Kebiasaan Kecil yang Berpahala Besar

Menurut Frans, final Piala dunia kali ini apakah akan jadi ajang pembuktian bagi Spanyol untuk mematahkan mitos di atas atau Argentina yang berhasil mempertahankan mitos tersebut.

“Itu kembali kepada saat pertandingan dilangsungkan. Siapa yang menjadi pemenang agak sulit di prediksi karena kekuatan sangat berimbang, hanya saja Argentina memiliki Messi yang menjadi ikon sepakbola dunia,” katanya.

“Siapa yang lengah sedikit saja maka mereka tidak akan menjadi juara. Sebagai pecinta sepakbola saya mengharapkan pertandingan ini menarik dan saling tukar menukar serangan. Yang perlu diingat sangat jarang ada juara beruntun dua kali, hanya Italia dan Brazil yang pernah melakukannya. Jadi akan mampukah Argentina? Atau malah Spanyol mampu mematahkan mitos benua tuan rumah Piala Dunia,” tutup Frans.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Piala Dunia Frans Saragih Babak final

Terkini | Jum'at, 17/07/2026 22:01 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777