https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pemerintah Telah Salurkan Pembiayaan untuk 14,9 Juta UMKM

Untung Subagja | Jum'at, 17/07/2026 08:35 WIB



Akses permodalan kepada pelaku usaha sangat penting untuk semakin menumbuhkan dan menguatkan ekonomi masyarakat Produk UMKM di Pasar Nusantara Sarinah. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Saya apresiasi untuk PIP sejak 2017 sampai Juni 2026 pemerintah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan," kata Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa .

Menurut Purbaya, akses permodalan kepada pelaku usaha sangat penting untuk semakin menumbuhkan dan menguatkan ekonomi masyarakat, mengingat Indonesia memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM.

Baca juga :
Sejarah Singkat Hari Lahir Saka Bakti Husada 17 Juli dan Maknanya

"Lebih dari 67 persen UMKM di antaranya merupakan usaha mikro, mereka menyumbang lebih dari 60 persen PDB (produk domestik bruto) dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja," katanya.

Purbaya mengatakan, sektor UMKM memang berkontribusi besar terhadap perekonomian, namun dia harus jujur, usaha mikro dan ultra mikro adalah kelompok yang paling cepat terdampak.

Baca juga :
Ini Lima Gerai SIM Keliling di Jakarta

"Ketika harga bahan baku naik, permintaan turun distribusi terganggu atau ada kebutuhan mendadak mereka tidak punya bantalan yang tebal," katanya.

Disamping itu, kata Menkeu, akses ke permodalan juga susah makanya sekarang ini pemerintah melalui PIP telah menurunkan bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro dari sebelumnya 22,5 persen menjadi delapan persen.

Baca juga :
Ini Cara Menghilangkan Cemas Berlebihan dalam Islam

Purbaya juga menyebut, ekonomi Indonesia itu tangguh, pada triwulan pertama 2026 ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen tertinggi sejak tahun 2014, namun di periode yang sama ekonomi Yogyakarta tumbuh 5,8 persen.

"Angka-angka itu penting, tetapi masyarakat tidak memikirkan statistik ekonomi, mereka tanyanya warung ramai nggak, hasil tani ada pasarnya nggak, penghasilan cukup atau nggak. Itulah kenapa APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM," katanya.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Akses Permodalan Purabaya Yudha Sadewa Pelaku UMKM

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777