https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Berkepanjangan Bisa Picu Lonjakan Gangguan Mental

Agus Mughni | Kamis, 16/07/2026 13:56 WIB



Studi ini menemukan bahwa semakin lama gelombang panas berlangsung, semakin besar pula risiko seseorang mengalami krisis kesehatan mental Ilustrasi suhu panas ekstrem (Foto: Kupastuntas)

Jakarta, Jurnas.com - Gelombang panas yang berlangsung selama beberapa hari ternyata tidak hanya meningkatkan risiko dehidrasi atau serangan jantung.

Penelitian internasional terbaru mengungkap cuaca panas ekstrem juga dapat memicu lonjakan kasus darurat gangguan kesehatan mental hingga membuat lebih banyak orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Studi yang dipimpin Monash University, Australia, menemukan bahwa semakin lama gelombang panas berlangsung, semakin besar pula risiko seseorang mengalami krisis kesehatan mental. Kelompok lansia dan masyarakat yang tinggal di daerah berpenduduk jarang atau terpencil menjadi pihak yang paling terdampak.

Baca juga :
Gelombang Panas Mematikan, Kota Lebih Butuh Banyak Pohon daripada Beton

Dikutip dari Earth, penelitian ini menjadi salah satu yang terbesar yang mengkaji hubungan antara cuaca ekstrem dan kesehatan mental.

Tim peneliti menganalisis lebih dari 2,6 juta data rawat inap akibat gangguan mental dan perilaku dari 852 wilayah di Brasil, Australia, Vietnam, dan Selandia Baru selama periode 2000 hingga 2019.

Baca juga :
Panas Ekstrem Picu Kebakaran Hutan di Spanyol, 12 Orang Tewas

Para peneliti mendefinisikan gelombang panas sebagai kondisi ketika suhu berada pada tingkat tertinggi di suatu wilayah selama sedikitnya empat hari berturut-turut.

Hasilnya menunjukkan bahwa sejak hari pertama gelombang panas terjadi, angka rawat inap akibat gangguan mental meningkat sekitar 3 persen. Risiko tersebut terus bertambah hingga mencapai hampir 6 persen dalam delapan hari berikutnya.

Baca juga :
Juni 2026 Jadi Bulan Terpanas di Eropa Barat

"Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada dampak gelombang panas terhadap penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Padahal, pengaruhnya terhadap kesehatan mental masih sering terabaikan," ujar Profesor Yuming Guo, pakar kesehatan lingkungan dan biostatistik dari Monash University.

Penelitian mencatat peningkatan rawat inap terjadi pada berbagai gangguan kesehatan mental, mulai dari depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan perilaku lainnya.

Meski peningkatannya tampak relatif kecil setiap hari, efeknya menjadi signifikan ketika suhu tinggi berlangsung tanpa jeda selama beberapa hari.

Menurut peneliti, dampak panas terhadap kesehatan mental tidak terjadi secara instan, melainkan terus menumpuk seiring lamanya seseorang terpapar suhu ekstrem.

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah tingginya risiko pada kelompok usia lanjut. Orang berusia di atas 65 tahun mengalami peningkatan rawat inap yang lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kemampuan tubuh lansia yang mulai menurun dalam mengatur suhu tubuh. Selain itu, sebagian lansia juga mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi kemampuan tubuh melepaskan panas.

Selain lansia, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kepadatan penduduk rendah juga mengalami peningkatan risiko lebih besar dibanding penduduk perkotaan.

Temuan ini cukup mengejutkan karena selama ini kota-kota besar dikenal memiliki fenomena urban heat island yang membuat suhu tetap tinggi pada malam hari.

Namun, menurut Guo, masalah utama di daerah terpencil justru berkaitan dengan akses terhadap layanan kesehatan.

"Orang yang tinggal di daerah dengan kepadatan penduduk rendah kemungkinan memiliki akses yang lebih terbatas terhadap layanan kesehatan mental maupun fasilitas darurat, sehingga lebih rentan ketika gelombang panas memperburuk kondisi mental yang sudah ada," jelasnya.

Jarak fasilitas kesehatan yang lebih jauh, minimnya tenaga medis, serta tingginya tingkat isolasi sosial diduga ikut memperbesar risiko tersebut.

Mengapa Gelombang Panas Memengaruhi Kesehatan Mental? Penelitian ini memang tidak secara langsung mengungkap mekanisme biologisnya, namun para ilmuwan menilai ada beberapa faktor yang berperan.

Salah satunya adalah gangguan tidur. Suhu yang terlalu panas membuat seseorang lebih sulit tidur nyenyak, sementara kurang tidur diketahui menjadi salah satu pemicu utama depresi, kecemasan, hingga gangguan bipolar.

Selain itu, panas berkepanjangan juga meningkatkan hormon stres, mengganggu keseimbangan suhu inti tubuh, serta menurunkan kemampuan seseorang mengendalikan emosi dan mengambil keputusan.

Bagi orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan mental, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu hingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Para peneliti mengingatkan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas menjadi semakin sering, lebih lama, dan lebih intens dibanding beberapa dekade lalu.

Karena itu, sistem kesehatan dinilai perlu bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan mental setiap kali gelombang panas melanda, bukan hanya menangani pasien akibat dehidrasi atau serangan panas.

"Temuan kami menunjukkan bahwa suhu ekstrem dapat memperburuk gangguan kesehatan mental yang sudah ada, meningkatkan tekanan psikologis, dan pada akhirnya meningkatkan risiko seseorang harus dirawat di rumah sakit," kata Guo.

Penelitian ini memperkuat bukti bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat. Karena itu, strategi menghadapi gelombang panas ke depan dinilai perlu memasukkan layanan psikologis dan psikiatri sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana iklim. (*)

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Mental Health. 

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gelombang Panas Suhu Panas Ekstrem Gangguan Mental

Humanika

Kamis, 16/07/2026 09:09 WIB

Niat Puasa Senin dan Kamis di Bulan Safar

Kamis, 16/07/2026 07:07 WIB

Adab Menginap di Hotel Makkah dan Madinah

Kamis, 16/07/2026 01:01 WIB

16 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777