https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Soroti Korupsi MBG, Pukat UGM: Perlawanan Balik Koruptor Itu Nyata

Gery David Sitompul | Kamis, 16/07/2026 13:41 WIB



 Peneliti Pukat UGM mengingatkan, aparat penegak hukum yang tidak berintegritas justru rentan menjadi sasaran serangan balik. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengenakan rompi khas tahanan Kejaksaan Agung.

Jakarta, Jurnas.com – Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainul, menilai fenomena corruptor fight back atau perlawanan balik dari pihak yang diduga terlibat korupsi merupakan hal yang nyata dalam proses penegakan hukum, terutama pada perkara-perkara besar yang melibatkan kepentingan banyak pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Zainul saat dimintai tanggapan mengenai dinamika penanganan perkara dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkembang hingga menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersangka.

Menurutnya, serangan balik terhadap aparat penegak hukum dapat diminimalkan apabila institusi penegak hukum dijalankan oleh aparat yang memiliki integritas dan bebas dari praktik korupsi.

Baca juga :
KPK Minta BGN Jalankan 10 Rekomendasi Perbaikan Program MBG

“Corruptor fight back itu nyata. Maka agar tidak mudah diserang balik, aparat penegak hukumnya tidak boleh korup. Kalau aparat penegak hukumnya korup, dia mudah diserang balik,” kata Zainul.

Ia menambahkan, ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya banyaknya perkara yang diproses, melainkan terciptanya efek jera (deterrent effect) yang mampu menekan angka korupsi secara signifikan.

Baca juga :
Legislator Dukung Kejagung Usut Keterlibatan TNI di Kasus Korupsi MBG

“Keberhasilan aparat penegak hukum itu ketika korupsinya sudah sedikit. Korupsi yang sedikit lahir dari deterrent effect yang tinggi, sedangkan deterrent effect yang tinggi lahir dari penegakan hukum yang konsisten,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah berkembangnya perkara dugaan korupsi MBG yang kini masih dalam proses hukum. Sejumlah kalangan menilai perkara tersebut menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan konsistensi penegakan hukum, terutama ketika kasus menyentuh pihak-pihak yang memiliki posisi strategis.

Baca juga :
Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Lodewyk Pusung

Pengamat menilai keberhasilan mengungkap perkara korupsi besar tidak hanya bergantung pada kecukupan alat bukti, tetapi juga pada kemampuan aparat penegak hukum mempertahankan integritas lembaga dari berbagai bentuk tekanan maupun upaya pelemahan selama proses penyidikan berlangsung.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Korupsi MBG Makan Bergizi Gratis Pukat UGM Perlawanan Koruptor

Humanika

Kamis, 16/07/2026 09:09 WIB

Niat Puasa Senin dan Kamis di Bulan Safar

Kamis, 16/07/2026 07:07 WIB

Adab Menginap di Hotel Makkah dan Madinah

Kamis, 16/07/2026 01:01 WIB

16 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777