https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Ular Sedunia Diperingati Setiap 16 Juli, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Kamis, 16/07/2026 03:03 WIB



Setiap tanggal 16 Juli, komunitas pencinta lingkungan, pakar herpetologi, dan lembaga konservasi di seluruh dunia bersatu untuk memperingati Hari Ular Sedunia. Ilustrasi - Hari Ular Sedunia diperingati setiap 16 Juli, ini sejarahnya (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 16 Juli, komunitas pencinta lingkungan, pakar herpetologi, dan lembaga konservasi di seluruh dunia bersatu untuk memperingati Hari Ular Sedunia atau World Snake Day.

Peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan global yang krusial untuk mengikis stigma negatif dan mengedukasi masyarakat mengenai sejarah serta peran penting reptil ini bagi keberlangsungan bumi.

Hari Ular Sedunia pertama kali dicetuskan oleh sebuah komunitas pencinta reptil di Texas, Amerika Serikat, pada awal era 2000-an.

Baca juga :
16 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Inisiatif lokal ini lahir dari keprihatinan mendalam atas tingginya angka perburuan liar, pengrusakan habitat, serta maraknya pembunuhan ular akibat ketakutan manusia yang berlebihan.

Seiring berjalannya waktu, gaung kampanye ini meluas hingga diadopsi secara global oleh berbagai lembaga nirlaba internasional demi menyelamatkan populasi ular yang kian terancam.

Baca juga :
Mengapa Hari Berbagi Nasional Diperingati Setiap 15 Juli?

Fokus utama dari peringatan setiap tanggal 16 Juli ini adalah meluruskan miskonsepsi yang telanjur melekat di masyarakat.

Dari sekitar 3.500 spesies ular yang tersebar di seluruh penjuru dunia, data menunjukkan bahwa hanya kurang dari 20 persen di antaranya yang memiliki bisa mematikan bagi manusia.

Baca juga :
Hari Keterampilan Pemuda Sedunia Setiap 15 Juli, Ini Sejarahnya

Sebagian besar ular justru bersifat tidak berbahaya dan cenderung menghindari kontak langsung dengan manusia jika tidak merasa terancam.

Lebih dari itu, para ahli lingkungan memanfaatkan momentum hari ini untuk mengingatkan kembali fungsi vital ular sebagai predator puncak dalam rantai makanan.

Di sektor pertanian, misalnya, ular bertindak sebagai pengendali alami hama tikus yang sangat efektif.

Tanpa keberadaan ular, ekosistem akan mengalami ketidakseimbangan yang dapat memicu ledakan populasi hama, yang pada akhirnya merusak ketahanan pangan dan merugikan peradaban manusia itu sendiri.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Ular Sedunia 16 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777