https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Benarkah Menikah dan Buka Usaha di Bulan Safar Dilarang?

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 16/07/2026 18:01 WIB



Sejak zaman Arab Jahiliah sebelum kedatangan Islam, bulan Safar kerap diselimuti oleh berbagai mitos dan stigma negatif Ilustrasi bulan Safar (Foto: Tebuireng Online)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Sejak zaman Arab Jahiliah sebelum kedatangan Islam, bulan ini kerap diselimuti oleh berbagai mitos dan stigma negatif.

Banyak masyarakat kuno yang menganggap Safar sebagai bulan yang penuh dengan kesialan, malapetaka, atau pembawa nasib buruk.

Dalam istilah Islam, kepercayaan bahwa suatu waktu, benda, atau peristiwa tertentu membawa kesialan dikenal dengan sebutan tathayyur atau tiyarah.

Baca juga :
Niat Puasa Senin dan Kamis di Bulan Safar

Guna meluruskan kesalahpahaman tersebut, berikut adalah pembahasan mengenai berbagai mitos di bulan Safar yang masih sering terdengar di masyarakat, beserta fakta dan pandangan syariat untuk meluruskannya:

1. Mitos Bulan Safar sebagai Bulan Kesialan dan Malapetaka

Baca juga :
Awal Safar 1448 H, LF PBNU: Hilal Sudah Ada di Atas Ufuk

Banyak yang percaya bahwa bulan Safar adalah waktu di mana pintu-pintu bencana dibuka, sehingga orang-orang cenderung membatasi aktivitas besar karena takut tertimpa nasib buruk.

Mitos ini diwarisi dari tradisi Arab Jahiliah. Pada zaman dahulu, orang Arab sering mengosongkan rumah mereka untuk pergi berperang atau merantau ketika bulan Safar tiba (kata Safar sendiri berarti kosong atau kuning).

Baca juga :
Lafal Doa Bulan Safar 2026 Lengkap dengan Maknanya

2. Larangan Mengadakan Pernikahan atau Hajatan Besar

Ada kepercayaan di sebagian masyarakat daerah bahwa menggelar pesta pernikahan, pertunangan, atau hajatan besar di bulan Safar dapat mendatangkan keretakan rumah tangga atau ketidakharmonisan di masa depan.

3. Mitos Rebo Wekasan (Rabu Terakhir Bulan Safar)

Mitos ini sangat populer di wilayah Nusantara. Banyak yang meyakini bahwa pada hari Rabu terakhir di bulan Safar (dikenal sebagai Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan), Tuhan menurunkan ratusan ribu bala atau macam bencana ke bumi. Akibatnya, muncul larangan untuk keluar rumah atau melakukan perjalanan jauh pada hari tersebut.

4. Larangan Memulai Bisnis atau Membangun Rumah

Membuka usaha baru, menandatangani kontrak bisnis penting, atau mulai meletakkan batu pertama untuk membangun rumah di bulan Safar diyakini akan membuat usaha tersebut sepi, bangkrut, atau rumahnya membawa aura panas.

5. Anggapan Bahwa Bayi yang Lahir di Bulan Safar Memiliki Sifat Buruk

Sebagian kecil mitos tradisional menyebutkan bahwa anak yang lahir di bulan Safar akan membawa beban hidup yang berat bagi orang tuanya atau memiliki watak yang keras dan pembawa sial.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bulan Safar Doa Safar Mitos Bulan Safar

Terkini | Kamis, 16/07/2026 19:41 WIB

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777