https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Legislator PKB Desak Pertamina Segera Normalisasi Distribusi BBM di Sumut

Samrut Lellolsima | Jum'at, 17/07/2026 13:42 WIB



Kami meminta Pertamina segera bertindak cepat mengatasi kelangkaan BBM. Kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama dan tidak boleh terus dibiarkan. Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB Elpisina mendesak PT Pertamina segera menormalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang mengalami kelangkaan, seperti Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat.

Menurutnya, antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat serta memicu inefisiensi logistik di daerah.

Baca juga :
DPR Soroti Selisih Harga BBM yang Picu Penyalahgunaan Subsidi

Elpisina menilai kelangkaan Biosolar, Pertalite, hingga Pertamax yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kondisi tersebut, kata dia, memaksa masyarakat mengantre berjam-jam tanpa kepastian ketersediaan BBM.

“Kami meminta Pertamina segera bertindak cepat mengatasi kelangkaan BBM. Kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama dan tidak boleh terus dibiarkan. Pertamina harus memastikan pasokan dan distribusi BBM kembali normal tanpa kendala sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” kata Elpisina dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (17/7).

Baca juga :
Komisi XII Evaluasi Sistem Subsidi Tepat Usai Temuan Modus

Ia menilai krisis BBM tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan pengemudi angkutan umum, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian yang bergantung pada kelancaran pasokan energi.

Selain meminta percepatan normalisasi distribusi, Elpisina juga mendesak Pertamina menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kelangkaan BBM yang terjadi.

Baca juga :
Benny Harman Ingin RUU Masyarakat Adat Akhiri Pendekatan Keamanan

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apakah persoalan tersebut disebabkan gangguan distribusi, kendala infrastruktur, terbatasnya pasokan dari hulu, atau faktor lainnya. Transparansi dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi maupun aksi panic buying.

“Pertamina perlu menjelaskan secara terbuka apa yang menjadi akar persoalan, apakah disebabkan gangguan distribusi, kendala pasokan, persoalan infrastruktur, maupun faktor lainnya. Penjelasan yang transparan merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elpisina meminta pemerintah bersama Pertamina menjadikan peristiwa kelangkaan BBM di Sumatera Utara sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi energi nasional.

Ia menegaskan pelayanan energi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, menurutnya, gangguan distribusi yang terus berulang tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Kelangkaan BBM tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang biasa. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat, stabilitas ekonomi daerah, dan kepercayaan publik terhadap pelayanan energi nasional,” katanya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi XII Elpisina PKB kelangkaan BBM Sumatera Utara PT Pertamina

Terkini | Jum'at, 17/07/2026 15:26 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777