https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menelusuri Nama Batavia dalam Kisah Sejarah Jakarta

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 07/07/2026 15:01 WIB



Kata Moda trasnportasi umum di Jakarta di era kolonialisme (Foto: Wikipedia)

Jakarta, Jurnas.com - Nama "Jakarta" hari ini melekat sebagai identitas megapolitan yang modern dan dinamis.

Namun, jauh sebelum hutan beton dan jaringan transportasi terintegrasi memenuhi lanskapnya, kota ini pernah dikunci oleh sebuah nama kolonial selama lebih dari tiga abad, Batavia.

Dihimpun dari berbagai sumber, sebelum berganti nama menjadi Batavia, kawasan di muara Sungai Ciliwung ini bernama Jayakarta, sebuah kota pelabuhan yang makmur di bawah kendali Kesultanan Banten.

Baca juga :
Mengenal Filosofi dan Fakta Menarik Rumah Adat Betawi

Ketegangan geopolitik memuncak ketika kongsi dagang Hindia Timur Belanda (VOC) di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, mulai membangun benteng batu (loge) pertahanan tanpa izin yang sah dari penguasa lokal.

Puncaknya terjadi pada akhir Mei 1619. Coen memimpin serangan militer agresif yang membumihanguskan seluruh pemukiman penduduk dan istana Jayakarta. Di atas puing-puing kota yang telah menjadi arang itulah, Coen merancang cetak biru sebuah kota baru yang sepenuhnya bercorak Eropa.

Baca juga :
Kisah di Balik Rancang Bangun Monumen Nasional

Setelah berhasil meratakan Jayakarta, Jan Pieterszoon Coen sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk menamai kota baru tersebut dengan nama Nieuw Hoorn (Hoorn Baru).

Nama ini dipilih sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengobat rindu Coen terhadap kota kelahirannya, Hoorn, sebuah kota pelabuhan kecil di Belanda Utara.

Baca juga :
Sejarah Perkembangan Blok M dari Masa ke Masa

Namun, ambisi pribadi Coen berbenturan dengan kebijakan korporat. Dewan Tujuh Belas (Heeren XVII) selaku pemegang kendali tertinggi VOC di Belanda menolak usulan tersebut. Mereka justru menetapkan nama Batavia secara resmi pada Maret 1621.

Kata "Batavia" diambil dari nama Batavi, sebuah suku kuno Germanic yang mendiami wilayah muara Sungai Rhein pada masa Kekaisaran Romawi.

Dalam mitologi sejarah Belanda, suku Batavi dipuja sebagai leluhur bangsa Belanda yang memiliki karakter pemberani, tangguh, dan menjunjung tinggi kebebasan.

Bagi Heeren XVII, menyematkan nama Batavia di tanah jajahan baru merupakan upaya simbolis untuk menegaskan identitas nasional dan legitimasi moral mereka di seberang samudra.

Setelah nama ditetapkan, VOC tidak hanya membawa identitas nama, tetapi juga memindahkan arsitektur fisik Belanda ke tanah Jawa.

Batavia dibangun menyerupai kota-kota di Belanda, lengkap dengan jaringan kanal (gracht) yang membelah pemukiman, dinding-dinding kastil yang masif, dan rumah-rumah beratap tinggi dengan jendela besar.

Langkah ini belakangan menjadi blunder ekologis yang fatal. Karakter kanal Belanda yang berfungsi baik di iklim Eropa Barat, justru menjadi sarang penyakit malaria dan disentri ketika diterapkan di iklim tropis Jawa yang lembap.

Air kanal yang dangkal dan tidak mengalir lancar akibat sedimentasi lumpur Ciliwung mengubah Batavia dari kota impian (Koniningin van het Oosten / Ratu dari Timur) menjadi kuburan massal yang dijuluki Het Kerkhof der Europeanen (Kuburan Orang Eropa).

Nama Batavia terus bertahan melintasi berbagai periode pemerintahan, mulai dari kekuasaan VOC, masa Hindia Belanda di bawah Kerajaan Belanda, hingga masa internum Inggris.

Nama legendaris ini baru resmi ditanggalkan pada masa pendudukan Jepang di tahun 1942. Demi menghapus segala jejak imperialisme Barat, pemerintah militer Jepang mengembalikan nama kota ini menjadi Jakarta (singkatan dari Djakarta Tokubetsu Shi), sebuah nama yang terus dipertahankan dan disempurnakan pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sejarah Jakarta Asal usul Batavia Nama Jakarta

Terkini | Senin, 19/10/2026 18:42 WIB

News

Diduga Terlibat Karhutla, Singapura Jatuhi Sanksi PT APP

News

Pelni Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026

News

Sahroni Desak Polisi Usut Sumber Bahan Baku Pabrik Tramadol di Bandung

News

Dari Tiongkok, Mentrans Dorong RI Kuasai Teknologi Sampah Jadi Energi

News

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Kertosono

News

Perkuat Perlindungan Anak, UU Anti-Perundungan Perlu Dikaji

News

Legislator Desak Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla Kalimantan

News

KPK Diminta Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Eks Gubernur Sultra

News

Krisis Dana Pangkas Bantuan Pangan Gaza, 500.000 Warga Hilang Akses Makanan

News

Nigeria Hadapi Beban TBC Tinggi, Stigma dan Pengungsian Persulit Pengobatan

News

Legislator PKB: Potongan Ojol 8 Persen Belum Dongkrak Pendapatan Driver

News

Respons Menko Polkam soal Status Bencana Nasional Karhutla-Bantuan Asing

News

Pemadaman Karhutla Kalteng Diperkuat, Puluhan Kali Water Bombing Dikerahkan

News

Kemenag: Kesempatan Santri Kuliah ke Luar Negeri Terbuka Lebar

News

Asap Karhutla Meluas, Kemenkes Siapkan Masker, Oksigen, dan Obat-obatan

News

MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Saat Tiba di Indonesia

News

BMKG Evaluasi Penyemaian Dry Ice Usai Video Es Rusak Atap Rumah Viral

News

Menlu Iran Tuduh Netanyahu Dorong AS Perang Lagi demi Hindari Penjara

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777