Ilustrasi Monumen Nasional (Monas) (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Monumen Nasional atau yang lebih akrab di telinga dengan sebutan Monas, berdiri tegak setinggi 132 meter di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Sebagai ikon tak tergantikan bagi ibu kota, tugu megah berselimut emas ini bukan sekadar pemanis lanskap tata kota.
Lebih dari itu, Monas adalah perwujudan fisik dari semangat, darah perjuangan, dan harga diri bangsa Indonesia yang digagas langsung oleh Presiden Soekarno pasca-pengakuan kedaulatan RI.
Sejarah Perkembangan Blok M dari Masa ke Masa
Namun, di balik kemegahannya yang berdiri kokoh hingga saat ini, terdapat kisah panjang mengenai proses rancang bangun yang penuh dengan perdebatan estetika, idealisme tinggi, dan filosofi mendalam dari para maestro arsitektur tanah air.
Ide pembangunan Monas mulai menggelinding pada tahun 1954. Bung Karno menginginkan sebuah monumen peringatan yang setara dengan Menara Eiffel di Paris atau Monumen Washington di Amerika Serikat, guna menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah lahir sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Untuk mewujudkannya, sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara rancangan arsitektur digelar pada tahun 1955.
Sebanyak 51 karya masuk, namun tidak ada satu pun rancangan yang dinilai mampu memuaskan visi besar Bung Karno. Sayembara kedua kembali dibuka pada tahun 1960 dengan 136 peserta, namun hasilnya tetap buntu.
Lima Fakta Menarik Jakarta yang Perlu Diketahui
Bung Karno kemudian secara personal meminta Frederich Silaban, arsitek legendaris yang juga merancang Masjid Istiqlal, untuk membuat draf maket monumen.
Silaban menyodorkan rancangan yang luar biasa megah, namun membutuhkan biaya sangat besar di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak stabil saat itu.
Karena Silaban menolak memperkecil skala desainnya demi menjaga kualitas estetika, Bung Karno akhirnya meminta arsitek R.M. Soenarsono untuk berkolaborasi mereduksi ukuran monumen tanpa menghilangkan esensi kemegahannya.
Rancangan akhir Monas yang kita lihat sekarang merupakan perpaduan jenius dari pemikiran Soenarsono dan masukan filosofis Bung Karno.
Pembangunan fisik Monas sendiri dimulai dengan penancapan pasak bumi pertama oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961.
Setelah melewati berbagai pergolakan politik domestik, monumen ini akhirnya dibuka secara resmi untuk umum pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto.
Hingga hari ini, Monas tetap kokoh berdiri menantang zaman, menjadi saksi bisu metamorfosis Jakarta.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Monumen Nasional Sejarah Jakarta Sejarah Monas

















