Selasa, 18/08/2026 14:11 WIB

Inflasi Tahunan Iran Melonjak Tembus 66 Persen





Tingkat inflasi tahunan Iran dilaporkan menyentuh angka 66 persen.

Seorang wanita melihat-lihat ponselnya sambil berjalan di sepanjang jalan di Teheran, Iran (Foto: AFP/File)

Teheran, Jurnas.com - Tingkat inflasi tahunan Iran dilaporkan menyentuh angka 66 persen, demikian dilaporkan kantor berita Iranian Labour News Agency (ILNA) mengutip data resmi dari Pusat Statistik Iran.

Kondisi perekonomian negara tersebut kian terpuruk akibat kombinasi tekanan sanksi internasional serta besarnya beban biaya konflik di kawasan.

Tingkat inflasi point-to-point—yang mengukur perubahan harga dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya—mencapai 87,9 persen pada bulan Juli, tulis laporan ILNA.

Harga makanan dan minuman melonjak hingga 128,1 persen secara tahunan (year-on-year), dengan setidaknya delapan komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, inflasi bulanan untuk Juli tercatat sebesar 3,1 persen.

Angka-angka tersebut mempertegas kian parahnya krisis biaya hidup yang mencengkeram Republik Islam tersebut, di mana nilai mata uang rial merosot ke rekor terendah terhadap dolar di pasar non-resmi.

Laporan tersebut mencatat bahwa biaya hidup minimum untuk keluarga kelas pekerja mencapai 90 juta toman (sekitar 1.385 dolar AS) per bulan.

Sebaliknya, gaji bulanan pekerja upah minimum hanya sekitar 25 juta toman (sekitar 385 dolar AS)—yang hanya sanggup menutup seperempat dari kebutuhan dasar.

Akibat melambungnya biaya hidup, banyak buruh yang hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka selama sekitar delapan hari dalam setiap bulannya, menurut aktivis buruh Faramarz Toufighi.

"Selama lebih dari 20 hari di setiap bulan, para pekerja praktis tidak memiliki sisa apa-apa," ujar Toufighi sebagaimana dikutip dalam laporan ILNA.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Inflasi Iran Sanksi Internasional Krisis Ekonomi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :