Lalu lintas maritim di Selat Hormuz seperti yang terlihat dari Musandam, Oman pada 3 Agustus 2026 (Foto: Reuters)
Dubai, Jurnas.com - Sebuah kapal tanker diserang saat melintas di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz pada Kamis (1/10) kemarin, menurut keterangan lembaga maritim Inggris.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkapkan bahwa kapal tersebut dihantam oleh proyektil tak dikenal, lalu mengakibatkan kebakaran di atas kapal.
Seluruh awak kapal dilaporkan berada dalam kondisi selamat, namun tingkat kerusakan kapal sejauh ini belum diketahui secara pasti, sebagaimana dikutip dari AFP pada Jumat (2/10).
UKMTO juga tidak membeberkan rincian mengenai bendera negara yang digunakan kapal tanker tersebut, rute perjalanan yang direncanakan, maupun jenis muatan yang diangkut, baik berupa minyak mentah maupun gas alam cair (LNG).
Selat Hormuz, jalur laut vital yang dilintasi seperlima pasokan minyak dan LNG dunia sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, hingga kini tetap menjadi pusat ketegangan konflik regional.
Pemerintah Teheran dilaporkan memblokir perlintasan kapal-kapal komersial dengan menembaki kapal yang dituduh melakukan perlintasan tanpa izin.
Sebagai balasan, Washington menerapkan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran guna mencegah Teheran mengekspor minyaknya. Meskipun kapal-kapal komersial masih kerap menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz, AS tercatat tidak lagi melancarkan serangan ke target-target Iran sejak 1 September.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pihaknya tengah menunggu tanggapan resmi dari Amerika Serikat, terkait proposal membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Usulan tersebut disampaikan melalui perantara diplomatik Qatar yang memfasilitasi komunikasi antara kedua negara di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Sebagai syarat penghentian blokade, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, meliputi gencatan senjata selama tujuh hari di seluruh kawasan Timur Tengah termasuk Lebanon, pencairan aset Iran di luar negeri, pencabutan sanksi minyak, serta penghentian blokade Angkatan Laut AS.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah






















