Selasa, 18/08/2026 14:48 WIB

Prospek Gencatan Senjata Meredup, Harga Minyak Melonjak





Harga minyak mentah dunia merangkak naik imbas meredupnya prospek perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah.

Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada 17 April 2026, sesaat sebelum Iran mengumumkan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada perdagangan Selasa (18/8) seiring makin meningkatnya kekhawatiran atas pasokan energi global pasca-meredupnya prospek perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent menguat 27 sen, atau 0,3 persen, ke level USD 91,14 per barel pada pukul 00.03 GMT, setelah pada sesi sebelumnya melesat ke titik tertinggi sejak akhir Juli.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 42 sen ke posisi USD 85,04 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak melampaui 1 persen hingga menyentuh angka USD 85,37 pada awal sesi perdagangan.

Kenaikan harga pasar tersebut terjadi seiring makin sulitnya menggapai kesepakatan untuk mengakhiri perang AS atas Iran.

Ketegangan kian memuncak setelah Teheran mengumumkan bakal mengambil posisi tempur yang lebih ofensif, sedangkan Washington secara tegas menolak opsi perpanjangan perjanjian gencatan senjata.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Selat Hormuz Perang Iran Harga Minyak Minyak Mentah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :