https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Diperkirakan Dapat Rp258 Triliun dari Tarif Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 17/04/2026 12:01 WIB



 Parlemen Iran memperkirakan pendapatan negara dari `pengelolaan` Selat Hormuz mencapai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp258 triliun Selat Hormuz yang kini diblokade oleh Iran selama perang melawan AS dan Israel (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Parlemen Iran memperkirakan pendapatan negara dari `pengelolaan` Selat Hormuz mencapai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp258 triliun, kantor berita ISNA melaporkan.

Kepada kantor berita semi-resmi itu, seorang anggota presidium parlemen menjelaskan rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur pengelolaan Selat Hormuz, termasuk rencana pengenaan biaya bagi kapal yang melintas.

RUU itu juga bertujuan memperkuat mata uang nasional Iran, rial, dengan mewajibkan kapal asing membayar bea melalui kantor perwakilan di Iran atau sistem perbankan Iran.

Baca juga :
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, jalur pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair di pasar global.

Amerika Serikat menegaskan kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar biaya kepada Teheran.

Baca juga :
Supertanker Kedua Terobos Blokade AS di Selat Hormuz

Otoritas Iran belum mengumumkan penerapan biaya tersebut, tetapi rencana itu telah dibahas.

Sebelumnya diketahui bahwa perang antara AS-Israel melawan Iran telah memicu gangguan pasokan minyak dan gas global terbesar sepanjang sejarah.

Baca juga :
Iran Sebut Blokade AS Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata

Hal ini disebabkan oleh lumpuhnya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, ratusan tanker dan sekitar 20.000 pelaut terjebak di dalam kawasan Teluk.

Meski gencatan senjata selama dua minggu telah berlaku sejak 8 April dan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang hampir usai, kendali atas Selat Hormuz tetap menjadi poin paling krusial dalam perundingan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Selat Hormuz Tarif Selat Hormuz Parlemen Iran

Terkini | Jum'at, 17/04/2026 15:08 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777