https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Fenomena Anosmia, Apakah Selalu Berkaitan dengan Covid-19?

Mutiul Alim | Sabtu, 27/12/2025 21:01 WIB



Anosmia atau hilangnya kemampuan mencium bau menjadi perhatian sejak pandemi Covid-19, karena sering muncul sebagai salah satu gejala awal infeksi Ilustrasi flu yang memicu anosmia (Foto: Brittany Colette/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Anosmia atau hilangnya kemampuan mencium bau menjadi perhatian luas masyarakat sejak pandemi Covid-19, karena sering muncul sebagai salah satu gejala awal infeksi.

Banyak orang langsung mengaitkan anosmia dengan Covid-19, meskipun secara medis kondisi ini pada berbagai kasus dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain.

Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu berat atau sinusitis misalnya, dapat menyebabkan pembengkakan yang mengganggu fungsi saraf penciuman.

Baca juga :
7 Penyebab Utama Batuk Kering Terasa Membandel di Malam Hari

Alergi berat juga berpotensi memicu anosmia sementara akibat peradangan dan produksi lendir berlebih pada rongga hidung, sehingga indra penciuman tak berjalan optimal.

Dalam kasus yang lebih berat, cedera kepala dapat merusak saraf olfaktori yang berperan dalam proses penciuman, sehingga kemampuan mencium bau menurun drastis.

Baca juga :
Begini Cara Efektif Mencegah ISPA di Lingkungan Berdebu

Selain itu, paparan polusi udara dalam jangka panjang turut berkontribusi terhadap gangguan penciuman, terutama pada lingkungan dengan kualitas udara buruk.

Pada kasus Covid-19, anosmia sering muncul secara mendadak tanpa disertai hidung tersumbat atau pilek. Namun demikian, tidak semua penderita Covid-19 mengalami anosmia, sehingga gejala ini tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator infeksi.

Baca juga :
Studi: Gejala Covid-19 pada Anak-anak Mirip Diare

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti anosmia, terutama jika kondisi berlangsung lama atau semakin memburuk. Proses pemulihan anosmia sangat bergantung pada penyebab dasar serta kondisi kesehatan individu secara keseluruhan.

Dalam beberapa kasus, latihan penciuman direkomendasikan untuk membantu merangsang kembali fungsi saraf penciuman. Pemahaman yang tepat mengenai anosmia membantu masyarakat tidak langsung panik atau menyimpulkan diagnosis sendiri.

Pendekatan ilmiah dan pemeriksaan medis tetap menjadi kunci utama dalam memahami gangguan penciuman secara akurat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

penyebab anosmia hilang penciuman gejala covid kesehatan pernapasan

Terkini | Rabu, 29/04/2026 16:19 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777