https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Serapan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Capai 26 Juta, tapi Anggaran Minim

Samrut Lellolsima | Selasa, 21/10/2025 16:45 WIB



Sayangnya, potensi besar ini belum didukung oleh kebijakan anggaran yang memadai. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono. (Foto: dok. jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menyoroti minimnya dukungan anggaran pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif, meski kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja nasional sangat besar.

Menurut Bambang Haryo, sektor ekonomi kreatif telah menyerap sekitar 21 hingga 26 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Baca juga :
Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum

"Sayangnya, potensi besar ini belum didukung oleh kebijakan anggaran yang memadai," kata Bambang beribicara dalam Forum Diskusi Membedah Editorial Tv Parlemen bertajuk "Memaksimalkan Potensi Dari Ekonomi Kreatif", di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/10)

Apalagi, menurut dia, serapan tenaga kerja dari ekonomi kreatif itu mencapai sekitar 21 juta, bahkan ada yang mengatakan 26 juta. "Bayangkan kalau ini bisa dikembangkan dengan bagus, dengan anggaran yang cukup, tidak seperti sekarang ini,” ujar Bambang.

Baca juga :
Legislator Dorong Mitigasi Nasional Cegah Masuknya Hantavirus ke Indonesia

Dia menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk sektor ekonomi kreatif tahun ini hanya sekitar Rp270 miliar, dan itu pun belum seluruhnya direalisasikan.

“Mereka baru mengajukan, belum turun-turun. Kalau anggarannya cepat cair, ekonomi kreatif ini bisa terdorong lebih keras lagi,” katanya lagi.

Baca juga :
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional

Bambang menilai, keterlambatan pencairan dan terbatasnya dana membuat pelaku ekonomi kreatif kecil “terseok-seok” dalam mengembangkan usahanya. Ia mendorong pemerintah agar mempercepat realisasi anggaran dan memperbesar dukungan terhadap subsektor kreatif di seluruh Indonesia.

“Yang kecil saja terseok-seok, jadi bagaimana mereka bisa berkembang tanpa dukungan yang kuat dari negara,” ujarnya menegaskan.

Sektor ekonomi kreatif selama ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap krisis dan berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan digitalisasi.

 

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VII Bambang Haryo Soekartono ekonomi kreatif tenaga kerja

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777