Minggu, 19/04/2026 18:01 WIB

Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian, Kementan Latih Petani Milenial di Wilayah Sumatera





Kolaborasi pertanian dan teknologi ke depan juga harus menjadi satu kesatuan agar mampu semakin menambah pendapatan bagi petani jika produktivitasnya semakin meningkat.

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung sebagai bagian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, mengadakan pelatihan vokasi sebanyak empat angkatan dengan durasi pelaksanaan selama tiga hari.

Lampung, Jurnas.com – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan penguatan kapasitas SDM merupakan hal penting yang harus dilakukan "Pertanian yang maju, mandiri dan modern itu berarti kita bicara SDM. Maka perlu ada penguatan kapasitas SDM pertanian kita," ujar Mentan SYL.

Menurut Mentan, kolaborasi pertanian dan teknologi ke depan juga harus menjadi satu kesatuan agar mampu semakin menambah pendapatan bagi petani jika produktivitasnya semakin meningkat.

"Hal ini sudah menjadi keharusan mengingat tuntutan kemajuan pertanian yang maju mandiri dan modern perlu didukung oleh SDM yang mampu mengelola usaha pertanian berbasis teknologi," ujar Mentan SYL.

Senada dengan hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan SDM merupakan kata kunci utama bagi majunya sektor pertanian di suatu negara.

"SDM itu memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan produktivitas. Di negara-negara maju, sektor pertanian mereka maju dimulai dari pembangunan SDM-nya. Untuk itu, kita harus terus genjot SDM agar produktivitas pertanian kita bisa terus meningkat," ucapnya.

Dalam menjabarkan peningkatan kapasitas SDM, salah satunya dengan mengadakan pelatihan -pelatihan yang dilakukan di UPT lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung sebagai bagian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, mengadakan pelatihan vokasi sebanyak empat angkatan dengan durasi pelaksanaan selama tiga hari.

Pelatihan Vokasi terdiri dari dua jenis latihan, yaitu Pelatihan Vokasi bagi Operator Alat dan Mesin Pertanian sebanyak 3 (tiga) angkatan dan Pelatihan Vokasi Pengolahan Hasil Ubi Kayu dengan spesifik produk Mokaf dan Tiwul sebanyak 1 (satu) angkatan. peserta pelatihan berasal dari Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung

Pelatihan dilaksanakan di Balai Pelatihan Pertanian Lampung dengan pelatih yang terdiri dari widyaiswara Bapeltan Lampung, Praktisi yang menggeluti bisnis alsintan dan pengolahan mokaf dan tiwul serta dosen dari Polbangtan Bogor.

Pelatihan vokasi yang dilaksanakan di awal tahun 2021 ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan program kerja Kementerian Pertanian dalam mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Pelatihan yang diikuti oleh 120 orang petani milenial ini diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran dan sarana bertukar informasi serta pengalaman. Dengan pelatihan vokasi ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja bagi petani petani muda untuk memenuhi persyaratan tenaga kerja bagi job seaker dan job creator.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Abdul Roni Angkat saat membuka pelatihan, Rabu (20/1) mengatakan “Peserta pelatihan ini, semua adalah petani milenial. Petani yang melek teknologi informasi. Kenapa kita harus melek informasi? karena kita harus bisa mengakses informasi baik informasi teknologi, informasi pasar maupun informasi permodalan. Dan petani kita harus mampu menguasainya!” tutup Roni.

KEYWORD :

SDM Pertanian Kementan Petani Milenial Sumatera




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :