Ilustrasi Pilkada
Jakarta, Jurnas.com - Tensi politik di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, semakin naik jelang perhelatan Pilkada Serentak 9 Desember mendatang. Selain orkestrasi politik para kandidat, beragam isu juga mencuat. Mulai dari skandal asmara hingga kasus dugaan korupsi.
Perilaku dan rekan jejak para kandidat menjadi perbincangan hangat warganet Lamongan, Jumat (4/9). Seperti postingan dar.woto.108 di akun Facebook. Dia mengunggah tulisan berjudul “Saling Lapor Antar Calon”. Dalam unggahannya dia menuliskan aksi saling menjatuhkan para kandidat. Isu yang diusung masalah video asusila dan kasus dugaan korupsi. “Ada kubu yang berstatement dan melaporkan bahwa kandidat lain telah melakukan tindak asusila dan perbuatan tercela. Satunya lagi melaporkan karena adanya dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Kas Bank Daerah dan kredit fiktif oleh Bank Daerah Lamongan”.Pilkada Lamongan pada 9 Desember mendatang diprediksi bakal diikuti tiga pasangan. Yaitu, Yuhronur Effendi - KH. Abdul Rouf, Kartika Hidayati - Saim, dan Suhandoyo - Muhammad Suudin. Hingga kini belum ada satu pun yang resmi mendaftar ke KPUD Lamongan.Warganet lainnya, mashuri.jailan juga menuliskan unggahan serupa. Dia bertanya tentang kabar yang santer beredar tentang adanya salah satu kandidat yang tersandung masalah asusila. Begitu pula tentang dugaan korupsi kandidat lainnya.
Baca juga :
BMKG Sebut Sumenep Wilayah Rawan Gempa Merusak
BMKG Sebut Sumenep Wilayah Rawan Gempa Merusak
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tensi Politik Lamongan Jawa Timur Pilkada 2020

























