Minggu, 19/04/2026 18:16 WIB

Sinergi dan Kolaborasi Diyakini Mampu Pulihkan Penerbangan di Era Pandemi





Pasca kebijakan pelonggaran PSBB dan memasuki new normal pada Juni 2020, perlahan pergerakan penumpang mulai tumbuh lagi.

Ilustrasi industri penerbangan nasional. Foto: jurnas.com

Jakarta, Jurnas.com – Para pelaku penerbangan optimimistis sinergi dan kolaborasi yang apik para pemangku kepentingan dapat segera memulihkan kondisi penerbanga nasional yang terpuruk oleh pandemi Covid-19.

Optimisme ini mengemuka dalam Diskusi Online ((Diskon) Terbang Aman dan Nyaman yang diselenggarakan Forum Wartawan Kementerian Perhubungan (Forwahub), Rabu (12/8/2020) malam.

“Untuk memulihkan sektor penerbangan, pelaku industri tak bisa mengerjakannya sendiri-sendiri. Harus ada sinergi dan kolaborasi yang baik antarseluruh stakeholder,” kata Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Menurut Awaluddin, dampak pandemi Covid-19 terhadap transportasi udara memang sangat terasa. Padahal sebelum wabah itu terjadi, industri penerbangan di Indonesia sudah besar. PT AP II yang mengelola 19 bandara di seluruh Indonesia, pernah mampu mencapai pergerakan penumpang 112 juta orang. Itu terjadi di tahun 2018.

Kondisi itu kemudian berbalik ketika Covid-19 melanda Indonesia dan global. Bahkan berdasarkan data dari AP II, pergerakan penumpang pada Mei 2020 hampir mencapai titik nadir atau nyaris tak ada. Penurunannya dimullai pada Maret 2020, ketika Indonesia mulai mengumumkan adanya pasien pertama yang terpapar Covid-19.

Pada Mei itu juga memang dikeluarkan aturan pelarangan mudik karena saat itu adalah masa libur Lebaran.

Namun pasca kebijakan pelonggaran PSBB dan memasuki new normal pada Juni 2020, perlahan pergerakan penumpang mulai tumbuh lagi.

“Di 19 Bandara AP II pada Juni ada 1,1 juta pergerakan penumpang. Kemudian pada Juli  tumbuh lagi menjadi 1,5 juta pergerakan,” ujar Awaluddin.

Akhir Juli 2020, AP II beserta pemangku kepentingan terkait kemudian menggagas program Safe Travel Campaign, yang hasilnya cukup menggembirakan. Pergerakan penumpang pada 1-10 Agustus meningkat 47 persen dibandingkan dengan periode sama pada Juli.

“Bila tren positif ini terus terjaga, kami optimistis jumlah penumpang di bandara PT AP II bisa mencapai sekitar 39 juta orang di akhir tahun 2020,” katanya.

Senada denga Awaluddin, Direktur Operasi Citilink Indonesia, Capt Erlangga Sakti mengaku optimistis pengguna jasa pesawat udara akan kembali pulih dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antarpelaku industri penerbangan untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa terbang di era new normal Covid-19 tetap aman dan selamat.

Citilink sendiri memastikan protokol kesehatan yang sangat ketat, termasuk di lini operasi, dalam masa pandemi global Covid-19 ini.

“Agar masyarakat tak takut lagi untuk terbang menggunakan jasa transportasi udara dengan aman dan nyaman serta mengikuti protokol kesehatan.” Kata Erlangga.

Di samping itu, kata Erlangga, pihaknya ingin memberikan suatu layanan terbaik bagi masyarakat dengan pengembangan layanan Citilnk. Berbagai metode dilakukan secara digital, yang intinya touchless, sehingga masyarakat mudah mengakses layanannya menggunakan smartphone.

Citilink juga sudah mulai menambah rute dan frekuensi penerbangannya. Saat ini sudah terbang untuk 57 rute ke 36 destinasi dengan 160-162 penerbangan per hari.

“Kita juga ada rute-rute baru, yang tentunya untuk menambah kepercayaan masyarakat menggunakan jasa transportasi udara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Penerbangan Kargo INACA (asosiasi perusahaan penerbangan nasional), M Ridwan manambahkan, sebagai organisasi para pelaku usaha penerbangan, INACA akan terus mendukung dan mendorong berbagai upaya pemulihan industri penerbangan di tanah air, termasuk turut mengkampanyekan penerbangan.

“INACA pun selalu mendukung, terutama buat perekonomian kita. Tinggal seluruh pemangku kepentingan terkait menjaga SOP, khususnya melaksanakan protokol kesehatan yang ketat sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ridwan.

KEYWORD :

sinergi kolaborasi penerbangan pandemi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :