Ilustrasi
Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) memutuskan dukungan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat ke Pilkada DKI Jakarta. Bagaimana perspektif di balik dukungan PDIP tersebut?
Setelah resmi PDIP mengumumkan dukungan kepada Ahok-Djarot, muncul dinamika terkait perspektif di balik dukungan partai yang diklaim sebagai partainya wong cilik tersebut.Salah satunya, awal pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dinilai sebagai transaksi politik Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.Penilaian itu disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna, kepada Jurnas.com, Jakarta, Sabtu (3/9).Baca juga :
Pemerintah Wajib Laksanakan Rekomendasi DPR Soal Evaluasi MBG Hingga Penyelesaian Konflik Agraria
"Saya melihat ini (pencalonan BG) ada transaksi politik antara Jokowi dan Megawati," kata Budyatna.Apa transaksi politik antara Jokowi dan Megawati? Menurutnya, deal politik keduanya terjadi `tukar guling` kepentingan di Pilkada DKI. Jokowi berharap agar PDIP memberikan dukungan kepada Ahok.
Pemerintah Wajib Laksanakan Rekomendasi DPR Soal Evaluasi MBG Hingga Penyelesaian Konflik Agraria
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Pilgub DKI PDIP Megawati Soekarnoputri Pilkada 2017 Ahok
























