Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (Foto: IRNA)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengutuk campur tangan Amerika Serikat dan pengaruh destruktif di Venezuela, Sabtu (02/03).
"Provokasi dan pengaruh destruktif eksternal, di bawah dalih munafik bantuan kemanusiaan tidak ada hubungannya dengan proses demokrasi," kata Lavrov dilansir CGTN.
Kecaman keras itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Rusia berselisih tentang cara membantu Venezuela yang dilanda krisis, dengan Moskow menjanjikan bantuan baru yang disalurkan melalui Presiden Nicolas Maduro dan Washington yang menjatuhkan sanksi atas pemblokiran bantuan AS.
Selama pembicaraannya dengan Pompeo, Lavrov mengutuk ancaman Amerika terhadap pemerintah yang sah di Venezuela, menuduh Washington campur tangan mencolok dalam urusan internal negara berdaulat dan pelanggaran tanpa malu terhadap hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa Moskow siap untuk mengadakan pembicaraan bilateral dengan AS mengenai masalah Venezuela sambil menekankan bahwa hanya rakyat Venezuela yang memiliki hak untuk memutuskan masa depan mereka.
Lavrov dan Pompeo juga membahas situasi di Suriah, Afghanistan, dan semenanjung Korea, menurut pernyataan Moskow.
Pada Jumat Lavrov mengadakan pembicaraan dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez di Moskow. Dia berjanji bahwa Rusia akan mempertahankan dukungannya kepada pemerintah Venezuela dengan pasokan bantuan karena negara Amerika Latin menghadapi krisis ekonomi dengan hiperinflasi dan kurangnya produk-produk dasar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menlu Rusia Amerika Serikat Venezuela



























