Bendera Israel berkibar di depan Kubah masjid Shakhrah dan kota Yerusalem (AFP/Thomas Coex)
Yerusalem, Jurnas.com - Menteri Imigrasi Israel, Yoav Gallant meminta warga Yahudi Prancis untuk "pulang" ke Israel setelah vandalisme anti-Semit di sebuah kuburan di Prancis timur.
"Penodaan pemakaman Yahudi di Perancis memunculkan gambaran masa-masa kelam dalam sejarah orang-orang Yahudi," kata Gallant dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/2).
"Minggu lalu, saya mengunjungi komunitas Yahudi di Paris, yang berada di bawah serangan anti-Semit dan dalam proses asimilasi. Saya dengan tegas mengutuk anti-Semitisme di Perancis dan memanggil warga Yahudi kembali ke Israel."
Sekitar 80 kuburan ditemukan telah dipulas dengan swastika di pemakaman Yahudi di desa Quatzenheim, dekat dengan perbatasan dengan Jerman di wilayah Alsace.
Foto-foto menunjukkan simbol-simbol Nazi dengan cat semprot biru di kuburan yang rusak, salah satunya bertuliskan "Elsassisches Schwarzen Wolfe" ("Serigala Hitam Alsatian"), sebuah kelompok separatis yang memiliki hubungan dengan neo-Nazi pada 1970-an.
Balada Sepatu Rusak dan Pakaian Usang di Gaza, Beli Baju untuk Anak atau Seminggu tak Makan?
Pejabat tinggi keamanan untuk wilayah itu, Jean-Luc Marx, mengutuk "dalam hal sekuat mungkin tindakan anti-Semit yang mengerikan ini dan mengirimkan dukungan penuhnya kepada komunitas Yahudi yang telah menjadi sasaran lagi," pernyataan itu menambahkan. (Al Jazeera)
Kematian Pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah, Rakyat Lebanon Khawatir dengan Masa Depan tak Pasti
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Israel Teroris Israel Teroris Israel Teroris Perancis Anti Semit






















