Gerbang tol jembatan Suramadu yang membelah Selat Madura
Jakarta - Presiden RI Joko Widodo secara resmi membebaskan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu. Tujuannya untuk membuat perekonomian Madura menjadi berkembang dan meningkat.
"Dengan menjadi jembatan non tol biasa, kita harapkan pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti, turisme, semua akan berkembang di kabupaten-kabupaten Surabaya," kata Presiden yang biasa Jokowi. Sejak tahun 2015, sejumlah tokoh masyarakat dan agama pernah mengajukan pembebasan tarif tol tersebut. Setelah dihitung, kata Jokowi lagi, dan dikaji maka akhirnya kita gratiskan," ujarnya. tarif tol Jembatan Nasional Suramadu yang berlaku sejak 2015 lalu berkisar di angka Rp15.000 (golongan I) hingga yang paling mahal di angka Rp45.000 (golongan V). Adapun pada tahun 2009, tarif tol tersebut berkisar di angka Rp30.000 (golongan I) hingga Rp90.000 (golongan V).Baca juga :
Inilah Kasus-kasus Sektor Pertanian Era Jokowi
Jembatan Nasional Suramadu panjangnya 5.438 meter yang melintasi Selat Madura. Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Bangkalan). Dan menjadi terpanjang di Indonesia saat ini.Inilah Kasus-kasus Sektor Pertanian Era Jokowi
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Jokowi Tarif Tol Jembatan Suramadu
















