Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menuai kecamanan usai mengeluarkan hak veto dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Senin (18/12). Sidang tersebut untuk membalikkan keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, veto yang dilakukan oleh AS terhadap darft resolusi menolak Yerusalem sebagai ibukota Israel, menunjukkan semakin gamblang bahwa di PBB itu kekuatannya tidak imbang."Ada kekuatan yang selalu melawan agenda masyarakat internasional untuk menciptakan perdamaian yang sesungguhnya," kata Fahri, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (19/12).Kata Fahri, ada peluang bagi Indonesia untuk terlibat secara lebih dalam melakukan reformasi terhadap keanggotaan PBB, khususnya Dewan Keamanan (DK). Dimana, Indonesia harus mengajukan proposal tentang negara-negara baru yang harus menjadi anggota DK PBB.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Donald Trump Palestina Israel DPR
















