Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi VII saat mengunjungi PLTP Tulehu di Maluku (Foto: Humas DPR)
Maluku - Pengelolaan energi listrik di Provinsi Maluku dinilai masih belum merata. Hal ini disebabkan minimnya insfrastruktur dan pengelolahan energi, sehingga masyarakat lokal belum dapat merasakan manfaat atas kekayaan alam yang dimiliki.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron berharap, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tulehu di Maluku diharapkan dapat menjadi sumber energi listrik bagi Provinsi Maluku."Maluku butuh 50 MW lagi untuk saat ini dan untuk tenaga listrik ke depan, ketersedian pembangkit listrik di Maluku ini masih di angka 60 MW. Jadi, harus terus dikembangkan pembangkit-pembangkit baru termasuk bagaimana mengeksploitasi sumber energi dari panas bumi hingga sampai di angka 100 MW," kata Herman, saat mengunjungi PLTP Tulehu di Maluku, Senin (27/10).Diketahui, PLTP Tulehu merupakan proyek dari PT. PLN (Persero) berkapasitas 2x10 MW. Proyek ini terletak di Desa Suli dan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. PLTP Tulehu menjadi PLTP pertama yang dibangun oleh PLN.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi VII DPR Kunjungan Kerja
























