Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
Jakarta - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan pertukaran informasi intelejen merupakan teknis kerja sama yang paling penting dalam upaya pemberantasan kegiatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Filipina.
"Kalau kita jalan, tidak ada intelijen, percuma saja," kata Ryamizard kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.Selain itu, menurut dia, penguatan patroli bersama baik di wilayah laut, udara dan darat juga menjadi esensial dilakukan oleh tiga negara; Indonesia, Filipina, dan Malaysia.Dikatakan Ryamizard, kerja sama trilateral perlu dilakukan karena ISIS sebagai musuh bersama yang hadir di kawasan Filipina bagian selatan. "Dengan kebersamaan itu, pasti keberhasilan lebih besar. Kami setiap hari dengan Menhan Filipina dan Malaysia itu minimal dua hari telepon-teleponan," jelas Ryamizard.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
























