Senin, 26/10/2026 20:32 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan, Abdul Mu`ti Paparkan Capaian Kemendikdasmen





Mendikdasmen Abdul Mu`ti, memaparkan berbagai capaian Kemendikdasmen dalam dua tahun pertama kepemimpinannya.

Taklimat Media Capaian 2 Tahun Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, memaparkan berbagai capaian Kemendikdasmen dalam dua tahun pertama kepemimpinannya.

Abdul Mu`ti menyebut periode dua tahun ini sebagai fase penting dalam membangun fondasi kokoh untuk mewujudkan program "Pendidikan untuk Semua".

"Dua tahun pertama ini saya sebut sebagai periode membangun fondasi untuk pendidikan untuk semua. Yang karena itu maka capaian angka-angka yang kami sampaikan bukanlah merupakan capaian akhir, tetapi parameter atau tolak ukur untuk kita memperbaiki dan menjadikan semua program berdampak langsung dirasakan masyarakat," ujar Abdul Mu`ti di Jakarta, Senin (26/10).

Dalam pemaparannya, Abdul Mu`ti merinci bahwa pihaknya telah melakukan revitalisasi terhadap 55.451 sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 318.205 sekolah kini telah dilengkapi dengan Papan Interaktif Digital (PID).

Pengiriman PID diprioritaskan hingga ke wilayah luar Jawa seperti Papua dan Balikpapan. Setiap paket PID disalurkan lengkap bersama pelatihan guru, pembagian laptop, serta pemenuhan jaringan listrik dan internet.

Di sektor pendidikan inklusif dan unggulan, sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi telah beroperasi di 13 provinsi dengan menampung 1.360 murid jenjang SMP dan SMA.

Sekolah model rujukan ini dirancang agar dapat diakses oleh sekolah-sekolah di sekitarnya dan ditargetkan berkembang menjadi 100 sekolah pada tahun 2027 mendatang.

Mengenai bantuan sosial pendidikan, Kemendikdasmen menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 19,48 juta murid dengan total alokasi anggaran mencapai Rp13,43 triliun.

Terobosan baru juga dilakukan pada tahun ini dengan memberikan bantuan PIP untuk pertama kalinya kepada 888.000 murid Taman Kanak-Kanak (TK).

"Tahun ini pula sebagai terobosan Bapak Presiden, pertama kali murid Taman Kanak-Kanak juga akan mendapatkan bantuan PIP, yang tahun ini kita alokasikan untuk 888.000 murid," kata Abdul Mu`ti.

Bantuan PIP disalurkan untuk murid SD dan TK sebesar Rp450.000, SMP Rp750.000, serta SMA/SMK dan jalur kesetaraan (PKBM) sebesar Rp1,8 juta per tahun.

Terkait kesejahteraan pendidik, per September 2026, anggaran sebesar Rp16,64 triliun tunjangan profesi dan tunjangan khusus telah tersalurkan kepada 890.280 guru dan tenaga kependidikan non-ASN. Tunjangan insentif guru non-ASN dinaikkan dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan.

Kebijakan terobosan juga diterapkan melalui skema transfer langsung per bulan ke rekening masing-masing guru untuk memangkas jalur birokrasi. Sementara bagi guru ASN, alokasi DAK Nonfisik meningkat dari Rp70,1 triliun pada 2025 menjadi Rp74,7 triliun pada 2026.

"Setiap bulan tunjangan ditransfer langsung oleh Kementerian Pendidikan ke rekening guru. Ini dikirim langsung ke masing-masing rekening guru setiap bulan sehingga birokrasi menjadi lebih simpel," ujarnya.

"Kami sadar bahwa kesejahteraan guru memang belum ideal, tetapi kami terus berkomitmen secara bertahap akan terus meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan para guru".

Sementara itu, di bidang asesmen dan karakter, sebanyak 13,3 juta murid mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Perdana sebagai cermin pemetaan mutu pembelajaran.

Kemendikdasmen juga menggalakkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di 170.870 sekolah di 38 provinsi, memfasilitasi pengiriman 10.000 lulusan vokasi (SMK/LKP) bekerja di luar negeri, serta meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan dengan realisasi anggaran mencapai 96,64 persen.

KEYWORD :

Kemendikdasmen RI Abdul Mu`ti Mendikdasmen RI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :