Senin, 26/10/2026 11:54 WIB

Houthi Kembali Ancam Bandara Riyadh, AS Keluarkan Peringatan Keamanan





Di tengah situasi tersebut, Washington memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi

Kebakaran akibat serangan militer Houthi di kawasan Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan meningkatnya ancaman keamanan di Arab Saudi menyusul serangan rudal dan drone kelompok Houthi dari Yaman.

Di tengah situasi tersebut, Washington memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi, sementara Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mulai dibuka kembali secara terbatas pada Minggu.

Dalam peringatan keamanan terbaru yang diterbitkan pada Minggu, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi menyatakan Departemen Luar Negeri AS telah memberlakukan perintah keberangkatan bagi pegawai pemerintah non-darurat dan keluarga mereka sejak 23 Oktober. Kebijakan itu diambil karena meningkatnya risiko keselamatan di negara tersebut.

“Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya yang mengakibatkan korban sipil dan gangguan perjalanan yang parah,” demikian pernyataan Kedutaan Besar AS.

Misi diplomatik AS juga memperingatkan bahwa konflik berpotensi meluas dengan cepat ke luar wilayah yang saat ini terdampak langsung. Karena itu, warga AS diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan lanjutan dan gangguan perjalanan.

Peringatan Washington muncul ketika Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali melayani penerbangan secara terbatas. Mulai Minggu, bandara tersebut dibuka untuk penerbangan domestik dan sejumlah layanan internasional yang dioperasikan maskapai Arab Saudi.

Meski sebagian operasional kembali berjalan, Kedutaan Besar AS mengingatkan kemungkinan serangan susulan, penutupan wilayah udara, dan pembatalan penerbangan. Warga AS diminta sangat berhati-hati ketika menggunakan bandara di seluruh wilayah Arab Saudi.

Pegawai pemerintah AS yang masih berada di negara tersebut juga diwajibkan memperoleh izin khusus sebelum menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi. Perintah keberangkatan bagi pegawai non-darurat dan keluarga mereka sebelumnya telah diumumkan kepada publik pada Rabu.

Kelompok Houthi kembali mengancam Bandara Riyadh dan menyatakan fasilitas tersebut tetap menjadi target militer meskipun operasionalnya mulai dibuka kembali. Ancaman itu menambah ketidakpastian terhadap aktivitas penerbangan di ibu kota Arab Saudi.

Bandara King Khalid sebelumnya menghentikan operasional setelah serangan Houthi pada 10 Oktober. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.

Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi terus berlanjut. Pada Minggu, Arab Saudi kembali mencegat rudal dan drone ketika pertempuran dengan kelompok tersebut masih berlangsung.

Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sejumlah wilayah lain sejak 2014. Kelompok itu kembali terlibat dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi pada Juli, setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 runtuh.

Selain menargetkan sektor penerbangan, Houthi juga menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting menjadi bagian dari ancaman yang disoroti pemerintah AS dalam peringatan keamanannya.

Perkembangan ini membuat keamanan penerbangan dan perjalanan di Arab Saudi menjadi perhatian, terutama setelah Bandara Riyadh kembali beroperasi secara terbatas. Washington memperingatkan bahwa situasi dapat memburuk dengan cepat, sementara ancaman Houthi terhadap bandara tersebut masih berlanjut.

KEYWORD :

Amerika Serikat Arab Saudi Serangan Houthi Bandara Internasional King Khalid




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :