Senin, 26/10/2026 15:14 WIB

Transformasi BUMN Dorong Laba Gabungan Naik Jadi Rp214,9 Triliun





Transformasi pengelolaan yang dilakukan berhasil mengerek laba bersih gabungan BUMN tumbuh 18,4 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp214,9 triliun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Transformasi pengelolaan yang dilakukan berhasil mengerek laba bersih gabungan BUMN tumbuh 18,4 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp214,9 triliun pada periode Januari–Agustus 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memaparkan capaian tersebut dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.

"Karena itu tadi, transformasi yang sudah kita lakukan memberikan hasil," ujar Dony dalam sesi C-Suite Danantara.

Berdasarkan data yang dipaparkan, laba bersih gabungan BUMN meningkat sebesar Rp33,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp181,5 triliun. Kenaikan profitabilitas ini turut mendongkrak tingkat pengembalian atas ekuitas (return on equity/ROE) yang disetahunkan menjadi 8,0 persen, naik 0,6 poin persentase dari 7,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan Laba Sejumlah BUMN

Perbaikan kinerja ini didorong oleh pembenahan model bisnis, komposisi pendapatan, struktur biaya, hingga penguatan disiplin keuangan dan tata kelola perusahaan (good corporate governance). Sejumlah BUMN tercatat mengalami lonjakan laba yang sangat impresif pada delapan bulan pertama 2026, di antaranya:

  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG): Melonjak 427 persen.
  • Pupuk Indonesia: Meningkat 233 persen.
  • Danareksa: Tumbuh 110 persen.
  • PTPN III: Naik 55 persen.
  • Pertamina: Naik 48 persen.
  • Bank Tabungan Negara (BTN): Tumbuh 35 persen.
  • Bank Mandiri: Meningkat 16 persen.

Fondasi Investasi Strategis Nasional

Dony menegaskan bahwa peningkatan kinerja BUMN ini memegang peranan krusial bagi keberlanjutan Danantara. Mengingat sumber pendanaan investasi Danantara bertumpu pada dividen yang dihasilkan perusahaan negara, perbaikan profitabilitas ini akan memperkuat kapasitas lembaga dalam membiayai sektor-sektor strategis nasional guna membuka lapangan kerja baru.

Sebelumnya, Danantara telah memperkuat tata kelola investasi melalui pembentukan komite investasi sejak 8 Oktober 2026 untuk memastikan setiap penanaman modal selaras dengan rencana kerja perusahaan. Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyampaikan bahwa kontribusi Danantara turut diukur dari kemampuannya menarik investasi swasta, meningkatkan produksi, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Danantara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025 berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Dony Oskaria Badan Usaha Milik Negara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :