Senin, 26/10/2026 14:52 WIB

Pemimpin Pakta Makkah Gelar Pertemuan Tertutup di Teheran





Para pejabat tinggi dari negara-negara anggota Pakta Makkah dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama pemerintah Iran di Teheran pada Senin (26/10)

Pertemuan anggota Pakta Makkah di Riyadh, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Para pejabat tinggi dari negara-negara anggota Pakta Makkah dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama pemerintah Iran di Teheran pada Senin (26/10) ini.

Pertemuan strategis tersebut diselenggarakan guna membahas koordinasi keamanan regional, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Dalam delegasi diplomatik tersebut, Arab Saudi diwakili langsung oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, sementara Pakistan mengutus Kepala Staf Angkatan Darat Field Marshal Asim Munir. Selain kedua pejabat militer tersebut, Kepala Intelijen Turki juga dipastikan hadir dalam dialog penting di ibu kota Iran.

Pertemuan tertutup di Teheran ini menjadi kontak diplomatik tingkat tinggi pertama yang melibatkan seluruh anggota blok tiga negara tersebut dengan otoritas Iran. Pembicaraan mendesak ini dipicu oleh gelombang serangan rudal dan drone secara masif yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah Arab Saudi.

Sebelum pertemuan gabungan ini digelar, Field Marshal Asim Munir telah melakukan kunjungan terpisah ke Teheran untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Dalam diskusi bilateral tersebut, pejabat Iran menegaskan posisi tegas bahwa Iran tidak akan membuka dialog dengan Washington sebelum seluruh tuntutan mereka dipenuhi.

Pakistan selama ini memegang peran krusial sebagai perantara diplomatik utama dalam menjembatani komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran. Misi mediasi sebelumnya memang sempat menghasilkan kesepakatan damai sementara pada bulan Juni, namun perjanjian tersebut kembali runtuh akibat meletusnya pertempuran susulan.

Eskalasi keamanan di kawasan makin mengkhawatirkan setelah Arab Saudi kembali berhasil mencegat gelombang serangan rudal Houthi di wilayah mereka. Kondisi darurat tersebut merespons kesepakatan menteri Pakta Makkah dalam pertemuan darurat di Riyadh yang menyetujui penempatan cepat pasukan militer di Arab Saudi.

Tiga negara pendiri yakni Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang mengikat komitmen kolektif. Berdasarkan klausul utama perjanjian tersebut, setiap serangan bersenjata yang ditujukan kepada salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan langsung terhadap seluruh anggota pakta.

Pasal pertama dalam dokumen kerja sama tersebut menegaskan bahwa para pihak akan menggunakan segala sarana yang diperlukan untuk mengeliminasi ancaman terhadap kedaulatan negara. Proses ratifikasi perjanjian pertahanan ini tengah bergulir intensif di Parlemen Turki setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah Pakistan.

KEYWORD :

Pakta Makkah Konferensi Tingkat Tinggi Teheran Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :