Sidang konsolidasi Partai Komunis China yang dipimpin Xi Jinping (Foto: Reuters)
Beijing, Jurnas.com - Presiden China Xi Jinping secara resmi membuka sidang pleno kelima Komite Sentral Partai Komunis China yang berlangsung secara tertutup di Beijing.
Pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri sekitar 300 anggota elite partai tersebut menjadi sorotan dunia internasional, guna membaca arah kebijakan politik serta peta kepemimpinan masa depan Negeri Tirai Bambu.
Agenda utama dalam sidang pleno kali ini berfokus pada upaya memperketat kedisiplinan di dalam tubuh partai dan memperkuat tata kelola internal organisasi. Langkah strategis tersebut diambil guna memberantas praktik korupsi serta memastikan seluruh kader partai memiliki loyalitas mutlak terhadap kepemimpinan pusat.
Dalam pembukaan sidang pada Senin (26/10), Xi Jinping menyampaikan draf keputusan resmi yang merancang kerangka kerja penegakan disiplin partai secara ketat dan menyeluruh. Laporan kantor berita Xinhua mengonfirmasi bahwa dokumen tersebut memuat rencana strategis untuk memperkuat tata kelola mandiri partai secara tegas.
Pelaksanaan sidang pleno kelima ini memegang peranan yang sangat krusial menjelang gelaran kongres besar partai yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan, sebagaimana dikutip dari CNA.
Pada kongres mendatang, Xi Jinping yang kini berusia 73 tahun diprediksi kuat akan kembali mengamankan masa jabatan keempatnya yang bersejarah sekaligus memimpin perombakan susunan kepemimpinan nasional.
Meskipun Xi telah melancarkan kampanye antikorupsi selama 14 tahun yang menumbangkan ribuan pejabat, dia dilaporkan masih merasa frustrasi terhadap kader yang enggan menjalankan perintahnya secara penuh.
Media pemerintah bahkan memublikasikan pidato Xi yang mengecam keras oknum pejabat bermuka dua, yang tampaknya mematuhi arahan pusat namun diam-diam melancarkan perlawanan.
Pakar ilmu politik menilai bahwa melalui sidang ini Xi berupaya memaksimalkan efisiensi dan kesetiaan para kader melalui pengawasan serta aturan yang makin ketat. Namun, gelombang pembersihan besar-besaran tersebut berdampak pada tingkat kehadiran anggota komite yang tercatat menjadi yang terendah sejak era kepemimpinan Mao Zedong.
Sebanyak delapan kursi di Komite Sentral saat ini tercatat kosong, sementara 15 anggota lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan pelanggaran hukum. Operasi pembersihan yang dilancarkan Xi juga menyasar sektor militer dengan memberhentikan lima dari tujuh anggota Komisi Militer Sentral (CMC).
Di tengah dinamika politik internal tersebut, pemerintah China juga dihadapkan pada tantangan ekonomi yang cukup berat akibat penurunan konsumsi domestik dan krisis properti. Hasil keputusan dan rangkuman resmi dari sidang pleno tertutup ini dijadwalkan akan dirilis kepada publik setelah seluruh rangkaian acara selesai digelar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Xi Jinping Partai Komunis Sidang Konsolidasi Politik China






















