Kamis, 01/10/2026 00:08 WIB

China Perpanjang Penyelidikan Hambatan Dagang AS hingga Desember





China memperpanjang dua penyelidikan terkait hambatan perdagangan Amerika Serikat (AS) hingga Desember mendatang

Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)

Beijing, Jurnas.com - China memperpanjang dua penyelidikan terkait hambatan perdagangan Amerika Serikat (AS) hingga Desember mendatang, yang sekaligus menunda potensi pembalasan dari Beijing.

Penyelidikan yang berfokus pada praktik AS yang mengganggu rantai industri dan pasokan global, serta menghambat perdagangan produk hijau tersebut sebelumnya dijadwalkan selesai pada 27 September, namun kini diperpanjang hingga 27 Desember.

Keputusan perpanjangan ini diambil Kementerian Perdagangan China dengan alasan kompleksitas kasus yang sedang ditangani, sebagaimana dikutip dari AFP pada Rabu (30/9).

Perpanjangan diumumkan kurang dari sepekan setelah Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan kenegaraan Pemimpin China Xi Jinping di Washington.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperpanjang kesepakatan gencatan senjata perdagangan serta berkomitmen memangkas tarif atas barang bernilai USD$30 miliar dari masing-masing pihak.

Kementerian Perdagangan China pertama kali meluncurkan dua penyelidikan hambatan perdagangan ini pada 27 Maret 2026, sebagai respons atas penyelidikan AS terhadap China terkait dugaan produksi berlebih dan barang impor yang dibuat dengan tenaga kerja paksa. Beijing menilai penyelidikan tersebut sebagai bentuk manipulasi politik.

Gencatan senjata perdagangan antara Xi Jinping dan Donald Trump pertama kali disepakati pada 2025, setelah perselisihan saling balas yang sempat melonjakkan tarif hingga di atas 100 persen.

Adapun kesepakatan gencatan senjata tersebut awalnya dijadwalkan berakhir pada November, namun kedua negara telah sepakat untuk memperpanjangnya hingga 10 Januari.

KEYWORD :

Perang Dagang China AS Hambatan Perdagangan AS Xi Jinping




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :