Selasa, 07/07/2026 23:26 WIB

Badai Mematikan Hantam China, Sejumlah Provinsi Lumpuh





Jumlah korban jiwa akibat badai mematikan di China bertambah menjadi setidaknya 11 orang pada Selasa (7/7), menyusul serangkaian insiden cuaca ekstrem

Penanganan bencana badai di China (Foto: Xinhua)

Beijing, Jurnas.com - Jumlah korban jiwa akibat badai mematikan di China bertambah menjadi setidaknya 11 orang pada Selasa (7/7), menyusul serangkaian insiden cuaca ekstrem yang menerjang negara tersebut. Situasi kritis ini memicu evakuasi besar-besaran dan pengerahan operasi penyelamatan darurat.

Presiden China Xi Jinping dikutip dari DW mendesak seluruh jajarannya untuk berusaha sekuat tenaga, dalam menyelamatkan para warga yang terdampak oleh rentetan badai mematikan ini.

Dalam saluran media pemerintah CCTV, dia juga menyerukan agar seluruh sumber daya segera dimobilisasi untuk "merawat yang terluka, memukimkan kembali penduduk yang terkena dampak, dan melaksanakan pekerjaan pencegahan serta bantuan bencana secara efektif."

Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Xinhua, sedikitnya 11 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 330 lainnya mengalami luka-luka di provinsi Hubei tengah.

Tragedi ini terjadi usai cuaca konvektif yang parah menghantam sejumlah kota di wilayah tersebut. Hingga saat ini, satu korban dilaporkan masih belum ditemukan.

Beberapa kawasan di provinsi itu juga tak luput dari sapuan angin tornado, sebuah fenomena yang sebenarnya sangat jarang terjadi di Hubei. Peristiwa serupa diketahui terakhir kali melanda daerah tersebut pada Mei 2021 silam.

"Badai petir dan angin kencang melanda Huangshi, Huanggang, Ezhou, dan Xianning, dengan dua daerah mengalami angin kencang yang mencapai level 13," lapor Xinhua.

Angin kencang yang menyentuh level 13 pada skala kekuatan angin Beaufort tersebut begitu kuat hingga mampu membalikkan mobil-mobil di jalanan dan menerbangkan atap-atap gedung.

Tak hanya itu, amukan badai tersebut juga meluluhlantakkan 22 bangunan tempat tinggal serta mengakibatkan kerusakan pada 4.855 bangunan lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, wilayah selatan China kini bersiaga penuh. Pada Selasa pagi, otoritas provinsi Guangxi dan Guangdong telah menaikkan status siaga banjir mereka ke level tertinggi.

Kawasan ini sebelumnya telah babak belur akibat hujan berintensitas tinggi yang dibawa oleh Topan Maysak, yang menerjang kota Nanning pada Sabtu pekan lalu dan kembali menghantam pada Senin ini.

Bencana juga tak terhindarkan di Provinsi Gansu yang terletak di barat laut negara tersebut. Sebuah musibah tanah longsor pada Selasa pagi mengubur 33 warga setempat. Merujuk pada data Xinhua, tim evakuasi telah berhasil menyelamatkan 17 orang, namun 16 warga lainnya dilaporkan masih terperangkap di bawah material longsor.

Dalam pernyataan terpisah, Pusat Meteorologi Nasional China telah mengeluarkan peringatan kepada provinsi-provinsi di bagian tengah dan selatan agar lebih waspada dalam menghadapi kemungkinan hujan deras susulan pada Selasa ini.

KEYWORD :

Badai Mematikan China Cuaca Ekstrem Presiden Xi Jinping




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :