Wisma Danantara Indonesia. (Foto: setneg.go.id)
Jakarta, Jurnas.com - CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya terus mempercepat proses perampingan (streamlining) Badan Usaha Milik Negara guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta optimalisasi aset perusahaan.
Hingga saat ini, Danantara telah berhasil menutup 364 BUMN dari total awal sebanyak 1.074 perusahaan. Langkah akselerasi ini ditargetkan mampu mencakup penutupan hingga 700 perusahaan BUMN pada akhir Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Rosan dalam sesi tertutup Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
Proyeksi Pertumbuhan Laba Signifikan
Selain fokus pada penataan ulang struktur perusahaan pelat merah, Rosan juga mengklaim bahwa Danantara mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan pertumbuhan profitabilitas yang meningkat secara signifikan.
Berdasarkan proyeksi keuangan hingga penghujung tahun ini, keuntungan yang dicatatkan oleh Danantara diperkirakan dapat mencapai Rp 334 triliun pada akhir 2026.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Danantara Indonesia Rosan Roeslani Badan Usaha Milik Negara




















