Ilustrasi - ini keutamaan membaca sholawat Allahul kafi rabbunal kafi (Foto: Pexels/Mutefekkirane)
Jakarta, Jurnas.com - Lantunan Allahul Kafi Rabbuna Kafi kerap terdengar dalam majelis zikir, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan.
Bacaan ini mengandung pujian kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Maha Mencukupi sekaligus mengingatkan umat Islam agar senantiasa bersyukur dan bertawakal kepada-Nya.
Salah satu bagian yang dikenal dari lantunan tersebut berbunyi:
اَللهُ الْكَافِي رَبُّنَا الْكَافِي
قَصَدْنَا الْكَافِي وَجَدْنَا الْكَافِي
Ciri-ciri Pasangan yang Baik Menurut Islam
لِكُلِّ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِي
وَنِعْمَ الْكَافِي الْحَمْدُ لِلَّهِ
Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah
Bacaan latinnya, Allahul kaafi rabbunal kaafi, qashadnal kaafi wajadnal kaafi, likulli kaafin kafaanal kaafi, wa ni`mal kaafi alhamdulillah.
Artinya secara umum, “Allah Yang Maha Mencukupi, Tuhan kita Yang Maha Mencukupi. Kepada-Nya kita menuju dan pada-Nya kita menemukan kecukupan. Allah mencukupi segala kebutuhan, dan Dia sebaik-baik Zat Yang Maha Mencukupi. Segala puji bagi Allah.”
Salah satu pesan utama dalam lantunan Allahul Kafi Rabbuna Kafi adalah mengingatkan manusia bahwa Allah SWT merupakan tempat bergantung dan memohon pertolongan.
Pesan ini relevan ketika seseorang menghadapi kesulitan, kekhawatiran, maupun berbagai persoalan kehidupan.
Meski demikian, tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang Muslim tetap dianjurkan bekerja, berikhtiar, dan mengambil langkah yang benar sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Melantunkan bacaan yang mengandung pujian kepada Allah dapat menjadi bagian dari kebiasaan berzikir. Zikir membantu seorang Muslim mengingat kebesaran Allah dan menyadari bahwa kehidupan serta segala nikmat yang dimiliki merupakan karunia-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra`d ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra`d: 28)
Ayat tersebut menjelaskan keutamaan mengingat Allah sebagai jalan untuk memperoleh ketenteraman hati.
Namun, tidak berarti bacaan Allahul Kafi Rabbuna Kafi memiliki jaminan khusus untuk menyelesaikan setiap persoalan atau mendatangkan hasil tertentu yang tidak didukung dalil.
Lantunan ini juga mengandung ungkapan pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT. Melalui zikir, seorang Muslim diingatkan untuk tidak hanya berfokus pada hal-hal yang belum dimiliki, tetapi juga mensyukuri nikmat yang telah diterima.
Rasa syukur dapat diwujudkan melalui ucapan alhamdulillah, menggunakan nikmat untuk melakukan kebaikan, serta membantu orang lain sesuai kemampuan. Dengan demikian, zikir tidak berhenti pada lisan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Bacaan Allahul Kafi Rabbuna Kafi dapat dilantunkan sebagai bentuk pujian dan pengingat kepada Allah SWT.
Umat Islam dapat membacanya ketika berzikir atau mengikuti majelis keagamaan, tanpa menetapkan jumlah bacaan, waktu khusus, maupun keutamaan tertentu yang tidak memiliki dasar yang jelas.
Perlu dipahami pula bahwa meskipun populer disebut sholawat, bagian lirik yang dikutip di atas berisi pujian kepada Allah SWT, bukan lafaz sholawat yang secara langsung memohonkan rahmat bagi Nabi Muhammad SAW.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Lantunan Sholawat Nabi Muhammad Bacaan Sholawat



















