Sabtu, 24/10/2026 01:25 WIB

Sejarah Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang Diperingati Setiap 24 Oktober





Setiap tanggal 24 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ilustrasi - Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap 24 Oktober (Foto: AFP/Timothy A Clary)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 24 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day).

Peringatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali cita-cita dasar pembentukan PBB dalam menjaga perdamaian global, memperjuangkan hak asasi manusia, serta mendorong kerja sama internasional di berbagai sektor.

Pemilihan tanggal 24 Oktober merujuk pada momen bersejarah ketika Piagam PBB (UN Charter) secara resmi berlaku pada tahun 1945.

Lahirnya PBB tidak lepas dari penderitaan akibat Perang Dunia II yang merusak tatanan sosial, ekonomi, dan politik global. Organisasi pendahulu PBB, yaitu Liga Bangsa-Bangsa (LBB) yang didirikan pada 1919 pasca-Perang Dunia I, dinilai gagal mencegah timbulnya konflik berskala besar.

Istilah "Perserikatan Bangsa-Bangsa" atau United Nations pertama kali dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt pada 1 Januari 1942.

Istilah ini dipakai dalam Deklarasi PBB saat Perang Dunia II tengah berkecamuk, di mana perwakilan dari 26 negara berkomitmen untuk bersama-sama melawan kekuatan Poros.

Proses perancangan organisasi internasional baru ini mencapai puncaknya pada Konferensi San Francisco yang berlangsung dari 25 April hingga 26 Juni 1945. Sebanyak 50 perwakilan negara berkumpul untuk menyusun serta menandatangani Piagam PBB.

Piagam PBB akhirnya secara resmi berlaku pada tanggal 24 Oktober 1945, setelah diratifikasi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Uni Soviet (kini Rusia), dan Tiongkok serta mayoritas negara penandatangan lainnya.

Momen penetapan inilah yang kemudian diabadikan sebagai lahirnya PBB secara resmi. Pada tahun 1947, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang menetapkan tanggal 24 Oktober sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penetapan ini bertujuan untuk memperkenalkan tujuan dan pencapaian PBB kepada masyarakat dunia serta menggalang dukungan bagi kerja sama antarnegara.

Peringatan Hari PBB diisi dengan berbagai kegiatan seperti diskusi diplomasi, pameran kebudayaan, serta aksi kemanusiaan di berbagai negara.

Momentum ini mengingatkan dunia akan pentingnya dialog multilateral dalam menghadapi tantangan global modern, seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, penanganan krisis kemanusiaan, dan ketimpangan ekonomi.

Bagi Indonesia, PBB memiliki nilai historis yang mendalam. Indonesia resmi bergabung menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950.

Sejak saat itu, Indonesia terus berkomitmen aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda serta memegang peran strategis dalam berbagai badan dan organ PBB.

KEYWORD :

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 24 Oktober Peringatan Dunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :