Jum'at, 23/10/2026 00:43 WIB

Hari Macan Tutul Salju Internasional Setiap 23 Oktober, Ini Sejarahnya





Setiap tanggal 23 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Macan Tutul Salju Internasional.

Ilustrasi - Hari Macan Tutul Salju Internasional setiap 23 Oktober, ini sejarahnya (Foto: IDN Times)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 23 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Macan Tutul Salju Internasional (International Snow Leopard Day).

Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup kucing besar yang dijuluki "Hantu Pegunungan" (Ghost of the Mountains) tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber organisasi konservasi lingkungan internasional, sejarah peringatan ini bermula dari KTT Macan Tutul Salju Global yang diselenggarakan di Bishkek, Kirgizstan, pada 22 hingga 23 Oktober 2013.

Pertemuan bersejarah tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari 12 negara yang menjadi wilayah jelajah alami macan tutul salju, yaitu Afganistan, Bhutan, Tiongkok, India, Kazakhstan, Kirgizstan, Mongolia, Nepal, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Puncak dari konferensi tersebut adalah penandatanganan Deklarasi Bishkek tentang Konservasi Macan Tutul Salju.

Melalui deklarasi ini, ke-12 negara berkomitmen untuk bekerja sama dalam melindungi populasi Panthera uncia serta ekosistem pegunungan tinggi di Asia Tengah yang menjadi habitatnya.

Untuk mengabadikan kesepakatan bersejarah itu, tanggal 23 Oktober secara resmi ditetapkan sebagai Hari Macan Tutul Salju Internasional.

Langkah konservasi global ini dipicu oleh keprihatinan atas terus menurunnya populasi macan tutul salju di habitat aslinya.

Satwa ini menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari perburuan liar untuk diambil kulit dan bagian tubuhnya, hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan, menurunnya jumlah mangsa alami, hingga konflik dengan peternak lokal.

Selain itu, krisis iklim global turut mempercepat penyusutan habitat pegunungan bersalju yang menjadi rumah mereka.

Macan tutul salju memegang peranan krusial sebagai spesies pemuncak (top predator) dalam menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan tinggi.

Perlindungan terhadap satwa ini secara langsung juga berkontribusi pada kelestarian pasokan air bersih bagi jutaan manusia di kawasan hilir, mengingat pegunungan Asia Tengah merupakan sumber dari berbagai sungai besar.

Hingga kini, peringatan Hari Macan Tutul Salju Internasional diisi dengan berbagai kampanye edukasi, penggalangan dana konservasi, serta evaluasi program perlindungan satwa berbasis masyarakat lokal guna memastikan eksistensi predator anggun ini tetap terjaga di alam bebas.

KEYWORD :

Hari Macan Tutul Salju Internasional 23 Oktober Peringatan Dunia Bulan Oktober




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :