Kamis, 22/10/2026 23:20 WIB

Spanyol Laporkan Presiden LaLiga usai Sebut RMTV Mirip Propaganda Nazi





Pemerintah Spanyol melalui Dewan Olahraga Nasional (CSD) secara resmi mengambil tindakan hukum dengan melaporkan Presiden LaLiga, Javier Tebas

Presiden La Liga, Javier Tebas (Foto: REUTERS/Paul Hanna/File Photo)

Madrid, Jurnas.com - Pemerintah Spanyol melalui Dewan Olahraga Nasional (CSD) secara resmi mengambil tindakan hukum dengan melaporkan Presiden LaLiga, Javier Tebas, ke Pengadilan Administratif Olahraga (TAD).

Langkah tegas ini ditempuh setelah Tebas melontarkan pernyataan kontroversial yang membandingkan strategi komunikasi Real Madrid dan saluran televisi resmi Real Madrid TV (RMTV), dengan propaganda Nazisme era Joseph Goebbels.

Proses hukum ini diinisiasi oleh CSD untuk menilai perbandingan yang disampaikan oleh pimpinan tertinggi organisasi liga tersebut memenuhi unsur pelanggaran disiplin berat, sebagaimana dikutip dari TMW pada Kamis (22/10).

Landasan utama dari laporan ini mengacu pada Pasal 76.4.b Undang-Undang Olahraga Nomor 10/1990 yang mengategorikan tindakan publik yang merusak martabat serta kesopanan olahraga sebagai pelanggaran serius.

Dalam nota permohonan resminya, CSD secara eksplisit menegaskan kewajiban setiap pejabat dan institusi olahraga untuk menjaga iklim persaingan yang sehat serta saling menghormati.

"Dari lingkup lembaga olahraga, sangat penting untuk menjaga nilai-nilai yang menjadikan olahraga sebagai ruang penghormatan, kebersamaan, dan permainan bersih," demikian pernyataan CSD.

Pemerintah juga merujuk pada doktrin hukum serta yurisprudensi yang berlaku di lingkungan peradilan olahraga negeri matador tersebut. Dalam dokumen permohonannya, CSD menuliskan bahwa martabat dan kesopanan olahraga terhubung erat dengan keberadaan kerangka hidup bersama yang beradab dalam dunia olahraga, yang kelangsungannya membutuhkan rasa saling menghormati di antara para pemangku kepentingan.

Menanggapi langkah hukum dari pemerintah, Javier Tebas melancarkan kritik balik yang menyasar langsung Presiden CSD, José Manuel Rodríguez Uribes. Tebas bergeming pada pendiriannya dan menegaskan bahwa analogi yang digunakannya murni merujuk pada metode serta teknik komunikasi propaganda, tanpa ada maksud mendukung ideologi Nazi atau menghina para pendukung Real Madrid.

Selain membela diri atas tuduhan tersebut, Tebas melayangkan tuduhan mengenai adanya ketidakadilan dan sikap tebang pilih dalam penegakan hukum di kancah sepak bola Spanyol.

Dia mempertanyakan sikap CSD yang dinilainya pasif serta tidak mengambil tindakan tegas saat Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, melontarkan tuduhan publik bahwa klubnya kerap dirugikan oleh keputusan wasit.

Eskalasi konflik antara pimpinan liga dan otoritas pemerintah ini juga memicu reaksi dari pihak luar yang mengancam akan membawa perselisihan tersebut ke ranah hukum pidana.

Asosiasi Transparansi dan Demokrasi dalam Olahraga berencana mengajukan gugatan pidana terhadap Rodríguez Uribes serta Wakil Direktur Jenderal Rejim Hukum Olahraga, Raúl Rodríguez Porras, atas dugaan pelanggaran administrasi melalui pembiaran.

KEYWORD :

Javier Tebas Pemerintah Spanyol Real Madrid Propaganda Nazi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :