Ilustrasi - berdoa di hari Arafah (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)
Jakarta, Jurnas.com - Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijjah merupakan salah satu momentum paling agung dalam kalender Islam, di mana umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji melaksanakan wukuf sebagai purnakarya rukun haji.
Bagi jemaah haji maupun umat Muslim di seluruh dunia yang tidak sedang berada di Tanah Suci, hari ini menjadi waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Berdasarkan petunjuk dari berbagai riwayat hadis sahih dan literatur fiqih, terdapat rangkaian doa serta zikir utama yang sangat dianjurkan untuk diamalkan sepanjang Hari Arafah.
Ada sebuah hadits yang menerangkan hal ini, namun sanadnya dinilai dhaif. Hadits ini disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dari kitab at-Tirmidzi dari riwayat Amr bin Syu`aib dari bapaknya, dari kakeknya, dari Nabi SAW yang bersabda. "Sebaik-baik doa adalah doa yang dibacakan pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan nabi-nabi terdahulu adalah bacaan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Amalan berikutnya yang tidak kalah esensial adalah memohon perlindungan dari siksa api neraka serta meminta ketetapan iman yang kuat.
Melalui doa yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur`an, umat Muslim diajak untuk merendahkan diri dan meminta kebaikan secara menyeluruh, baik untuk kehidupan di dunia maupun jaminan keselamatan di akhirat kelak.
Doa sapu jagat ini dibaca secara berulang-ulang demi mengharapkan rahmat yang luas pada hari penyucian dosa tersebut.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Selain memohon kebaikan materi dan spiritual, Hari Arafah juga menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari noda maksiat melalui untaian doa pertobatan.
Mengingat hari ini merupakan waktu di mana Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka, kalimat istigfar dan pengakuan atas segala kezaliman diri menjadi bacaan yang sangat dianjurkan untuk terus mengalir dari lisan setiap Muslim.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Sebagai penutup dari rangkaian amalan spiritual di hari yang mulia tersebut, umat Muslim juga disarankan untuk membaca doa yang meminta ketetapan hati agar selalu berada di atas hidayah Islam.
Permohonan ini penting agar setelah berlalunya bulan Zulhijjah, konsistensi dalam beribadah dan kesucian jiwa yang telah diraih selama Hari Arafah dapat terus terjaga dengan baik hingga akhir hayat.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Arafah Keutamaan Hari Arafah Ibadah Sunnah Idul Adha


















