Rabu, 20/05/2026 11:13 WIB

Sambut Fase Armuzna, Jemaah Dianjurkan Baca Shalawat 1.000 Kali per Hari





Saya menganjurkan jemaah untuk mendawamkan (merutinkan) pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama ibadah haji

Musyrif Dini, Abdullah Kafabihi, dalam kajian bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja Makkah (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Jurnas.com - Jemaah haji Indonesia diimbau memaksimalkan kekuatan spiritual menjelang fase paling sakral dalam ibadah haji, yakni wukuf di Arafah serta rangkaian ibadah di Muzdalifah dan Mina atau Armuzna.

Di tengah padatnya aktivitas fisik selama musim haji, para jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan shalawat sebagai bekal utama menghadapi puncak ibadah di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan Musyrif Dini, Abdullah Kafabihi, dalam kajian bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja Makkah, Senin malam (18/05/2026).

"Saya menganjurkan jemaah untuk mendawamkan (merutinkan) pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji, sebagai bentuk penguatan spiritual dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Abdullah Kafabihi.

Dalam tausiyahnya, ulama yang akrab disapa Gus Kafa itu menekankan bahwa fase Armuzna bukan sekadar rangkaian ritual, melainkan inti spiritual dari seluruh pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Gus Kafa, keberadaan jemaah di Padang Arafah pada 9 Zulhijah menjadi penentu sah dan sempurnanya ibadah haji. Karena itu, seluruh perhatian dan kekhusyukan jemaah harus dipusatkan pada momentum tersebut.

"Arafah pada 9 Zulhijah merupakan inti pelaksanaan ibadah haji sebagaimana sabda Nabi SAW, `Al-hajju ‘Arafah` (Haji itu adalah Arafah)," ujarnya.

Wukuf di Arafah selama ini memang dikenal sebagai puncak ibadah haji. Pada momen tersebut, jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul untuk berdoa, berzikir, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain Arafah, Gus Kafa juga menjelaskan keutamaan lokasi suci lain dalam rangkaian Armuzna, mulai dari mabit di Muzdalifah, bermalam di Mina saat hari tasyrik, hingga prosesi lempar jumrah di Jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha.

Menurutnya, setiap titik di masyair muqaddasah memiliki nilai teologis yang sangat tinggi dan menjadi waktu-waktu istimewa untuk memanjatkan doa.

Sebagai penguatan spiritual bagi jemaah, Gus Kafa secara khusus mengijazahkan amalan harian berupa pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama menjalankan ibadah haji.

Amalan tersebut dianjurkan sebagai cara menjaga ketenangan hati, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, sekaligus menghadirkan suasana batin yang lebih khusyuk selama berada di Tanah Suci.

Ia menilai shalawat bukan hanya bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sumber ketenangan di tengah kepadatan aktivitas dan tantangan fisik selama musim haji.

Pelaksanaan ibadah haji dikenal tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kekuatan mental dan spiritual. Cuaca panas ekstrem, kepadatan jutaan jemaah, hingga panjangnya rangkaian ibadah membuat banyak jemaah membutuhkan ketahanan batin yang kuat.

Karena itu, memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan shalawat dinilai menjadi salah satu cara penting menjaga stabilitas emosi dan kekhusyukan ibadah.

Momentum di masyair muqaddasah juga diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Banyak jemaah memanfaatkan fase Armuzna untuk memohon ampunan, kesehatan, kemudahan hidup, hingga keberkahan bagi keluarga di tanah air.

Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina selalu menjadi bagian paling penting sekaligus paling emosional dalam perjalanan ibadah haji. Pada fase inilah jemaah menjalani rangkaian ritual utama yang menjadi simbol pengorbanan, kepasrahan, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Anjuran memperbanyak shalawat dan ibadah selama di Tanah Suci diharapkan dapat membantu jemaah menjalani seluruh proses haji dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh makna spiritual.

KEYWORD :

Fase Armuzna Puncak Haji Bacaan Shalawat Musyrif Dini Ibadah Haji




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :