Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke New Jersey, AS, 6 Juni 2025. REUTERS
Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat akan merilis paspor edisi terbatas yang dilengkapi dengan foto Presiden Donald Trump. Kepastian ini diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (28/4) kemarin.
Dikutip dari AFP pada Rabu (29/4), paspor edisi terbatas tersebut untuk menandai peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS tahun ini. Sebuah artikel Fox News yang diunggah ulang oleh juru bicara Departemen Luar Negeri menunjukkan gambar Trump pada paspor tersebut yang ditumpangkan di atas teks Deklarasi Kemerdekaan, lengkap dengan tanda tangannya di bagian bawah.
Selain gambar Trump, paspor tersebut juga akan menampilkan gambar para Bapak Bangsa (Founding Fathers) Amerika Serikat secara terpisah.
“Saat Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-250 Amerika pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri tengah bersiap untuk merilis sejumlah paspor AS dengan desain khusus dalam jumlah terbatas untuk memperingati peristiwa bersejarah ini,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri lainnya menyatakan bahwa tidak akan ada biaya tambahan untuk paspor edisi khusus ini. Namun, langkah tersebut dianggap tidak memiliki preseden modern di negara demokrasi manapun.
Sebagian besar negara di dunia lebih memilih untuk menggambarkan citra sejarah atau alam pada paspor mereka, ketimbang foto pemimpin yang sedang menjabat.
Sebagai perbandingan, paspor AS yang berlaku saat ini menggambarkan berbagai adegan dari sejarah negara, seperti pendaratan di Bulan, serta situs-situs bersejarah seperti Patung Liberty.
Sejak kembali menjabat tahun lalu, Trump telah menempatkan dirinya pada institusi pemerintah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Beberapa gedung pemerintah di Washington memasang spanduk wajahnya, dan dia juga menyematkan namanya pada pusat seni pertunjukan Kennedy Center serta lembaga US Institute of Peace yang kini telah dibubarkan.
Bulan lalu, Departemen Keuangan AS juga menyatakan bahwa tanda tangan Trump akan mulai muncul pada mata uang dolar, yang juga merupakan hal pertama dalam sejarah.
Meskipun Inggris dan negara-negara Persemakmuran lainnya menampilkan rupa Raja Charles III pada mata uang mereka, sang raja merupakan kepala negara tanpa keterlibatan langsung dalam politik.
Menurut laporan Fox News, paspor bertema Trump ini hanya akan diterbitkan di Washington dan akan dihentikan jika ketersediaannya sudah habis. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah warga negara Amerika diperbolehkan untuk menolak paspor edisi Trump tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Paspor AS Edisi Terbatas Donald Trump Deklarasi Kemerdekaan AS





















