Senin, 27/04/2026 03:20 WIB

Dua Nama Menguat di Bursa KSAL, Faktor Regenerasi Jadi Penentu





Penilaiannya tidak sekadar siapa lebih senior, melainkan siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan TNI AL saat ini.

Pengamat politik Adib Miftahul. (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Dinamika suksesi di tubuh TNI Angkatan Laut kian mengerucut. Sejumlah nama mulai mengemuka sebagai kandidat kuat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), dengan dua figur yang paling sering disebut yakni Laksamana Madya Irvansyah dan Laksamana Madya Agus Hariadi.

Pengamat politik Adib Miftahul menilai, peluang kedua perwira tinggi tersebut tidak serta-merta berhadap-hadapan secara langsung. Menurutnya, proses penentuan KSAL lebih ditentukan oleh kebutuhan organisasi dan arah kebijakan strategis ke depan.

“Dua nama ini sama-sama punya kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni. Tapi penilaiannya tidak sekadar siapa lebih senior, melainkan siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan TNI AL saat ini,” ujar Adib, Minggu (26/4).

Saat ini, Irvansyah menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1990 itu dikenal memiliki pengalaman panjang dalam operasi laut dan keamanan maritim.

Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan armada dan institusi terkait keamanan laut.

Dengan masa dinas yang masih relatif panjang, Irvansyah dinilai memiliki keunggulan dalam aspek keberlanjutan program. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI.

Di sisi lain, Agus Hariadi juga bukan tanpa modal kuat. Lulusan AAL 1989 tersebut memiliki pengalaman strategis di bidang perencanaan pertahanan. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan kini dipercaya sebagai Staf Khusus KSAL.

“Agus punya keunggulan di aspek perumusan kebijakan dan strategi. Ini penting dalam konteks dinamika keamanan yang semakin kompleks,” kata Adib.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penentuan KSAL sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Dalam prosesnya, sejumlah variabel akan menjadi pertimbangan, mulai dari kesinambungan program, kebutuhan organisasi, hingga tantangan keamanan maritim ke depan.

“Biasanya figur dengan masa dinas lebih panjang punya peluang lebih besar karena bisa memastikan keberlanjutan kebijakan. Tapi semua tetap kembali pada keputusan Presiden,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait siapa yang akan mengisi posisi KSAL. Namun, proses seleksi diyakini akan berlangsung ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis, termasuk dinamika politik dan kebutuhan pertahanan nasional.

 

 

 

KEYWORD :

TNI Angkatan Laut calon KSAL Agus Hariadi Laksamana Madya Irvansyah Adib Miftahul




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :