Kamis, 11/06/2026 04:12 WIB

Kembali Memanas, China Desak Iran-AS Menahan Diri





China mendesak Iran dan AS untuk tetap tenang, menahan diri, dan segera menempuh jalur diplomasi guna mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif.

Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah China menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan yang kembali membara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pasca-aksi saling serang di kawasan Teluk.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mendesak kedua belah pihak untuk tetap tenang, menahan diri, dan segera menempuh jalur diplomasi guna mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif.

"China sangat prihatin atas perkembangan terbaru terkait Iran. Pihak-pihak terkait perlu tetap tenang dan menahan diri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (10/6).

Dilansir dari Antara, Lin meminta semua pihak menghentikan eskalasi konfrontasi dan mengambil langkah nyata untuk meredakan situasi.

"Kami meminta para pihak berpegang pada cara politik dan diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan serta berupaya mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng secepatnya," ujarnya.

AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran selatan pada Rabu (10/6) dini hari. Media Iran melaporkan sejumlah lokasi di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan negara-negara Teluk bertanggung jawab mencegah wilayah mereka digunakan AS sebagai basis serangan terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menuduh AS berulang kali melanggar gencatan senjata dan menghambat upaya diplomatik melalui perubahan sikap serta tuntutan yang terus berubah.

Ia juga menuduh Israel menghambat diplomasi melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah menyelesaikan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap helikopter Apache milik Amerika.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan helikopter AH-64 Apache milik Amerika yang jatuh di lepas pantai Oman ditembak jatuh oleh Iran.

KEYWORD :

Perang Iran Kemlu China Iran AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :